UKM Bojonegoro Lapor Pajak

April 02, 2018 0

UKM Bojonegoro Lapor Pajak


Bulan Maret merupakan bulan terakhir batas waktu pelaporan SPT Tahunan khusus perorangan atau usahawan seperti para anggota UMKM Bojonegoro, ditahun ini walaupun Kantor Pajak tidak mengadakan bazaar seperti tahun kemarin, para anggota UMKM tetap bersemangat melaporkan SPT nya. Beberapa harapan yang disampaikan oleh anggota UKM adalah agar Kantor Pajak bisa mensosialisasikan, membimbing dan mensupport kegiatan UKM Bojonegoro sehingga bisa semakin eksis dan bersaing.

Mencari Pangsa Pasar Melalui Marketplace

Maret 28, 2018 0

Mencari Pangsa Pasar Melalui Marketplace Sinergi Bukalapak, Asosiasi UMKM dan Kantor Pajak



Edukasi merupakan sebuah proses penting dalam membangun pondasi sebuah usaha baik skala kecil maupun besar, Melalui proses edukasi ini diharapkan bisa menambah wawasan dan menambah kemampuan serta daya saing para pelaku UMKM khususnya regional Bojonegoro.

Bulan November 2017 kemarin Asosiasi UMKM Bojonegoro, Komunitas Bukalapak Regional Bojonegoro mencoba bersinergi dengan beberapa stakeholder pemerintahan seperti KPP Pratama Bojonegoro dengan tujuan agar bisa semakin membekali anggota UMKM dengan informasi seputar dunia perpajakan dan informasi seputar Marketplace Bukalapak yang mempunyai potensi besar.

Melalui edukasi ini diharapkan bisa menambah wawasan  bagaimana cara memperluas pemasaran anggota dengan sasaran tepat, terutama menguasai market lokal. Karna bagaimana pun tidak bisa di sanggah, bahwa market lokal merupakan fondasi awal untuk membangun jaringan market itu sendiri



Di Marketplace tersebut menawarkan banyak kemudahan,, di antaranya produsen atau penjual tinggal dihubungi admin terkait permintaan buyer. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan, sehingga produsen utamanya bisa lebih fokus di bagian produksi. Selain itu dengan informasi tentang perpajakan yang diberikan, para pelaku UMKM bisa memahami kewajiban sebagai warga negara dan sebagai Wajib Pajak sehingga bisa memberikan efek positif bagi para pelaku UMKM Lain.


Di akhir pertemuan, ditegaskan lagi bahwa dalam acara ini tidak sekedar bertujuan agar bisa sukses saja, tetapi juga agar kita sadar dengan kewajiban sebagai warga negara yaitu dengan melakukan kontribusi pembayaran pajak dan pelaporan pajak.

Pertemuan Rutin Jadi Sarana Edukasi

Januari 15, 2018 0

Edukasi Dalam Pemasaran


Mencari Pangsa Pasar Melalui Marketplace


Bulan Januari ini merupakan pertemuan perdana bagi anggota Asosiasi UMKM Bojonegoro di tahun 2018. Seperti biasa , pertemuan ini digelar pada setiap tanggal 15 setiap bulannya. Momio Kafe menjadi pilihan untuk menyelenggarakan pertemuan rutin kali ini.

Selain pertemuan, pengurus juga menginfokan beberapa progres yang akan dilaksanakan pada bulan ini. Antara lain akan mengaktifkan kembali profil anggota yang di muat di webnya Asosiasi UMKM Bojonegoro yaitu www.umkmbojonegoro.com . 

Selain itu agenda arisan juga menambah semangat Anggota untuk datang. Bahkan beberapa anggota yang lama vakum, terlihat hadir ditengah pertemuan. Banyak sharing yang bermanfaat dan ini menambah wawasan bagi anggota yang lain.

Jika pada Minggu lalu , Asosiasi UMKM Bojonegoro telah menggelar workshop yang berorientasii pemasaran juga , dengan mendatangkan e-commerce besar seperti Alibaba dan akses permodalan melalui salah satu perbankan. Tak lain tujuannya adalah edukasi anggota mengenai pemasaran. Maka pada pertemuan kali ini Asosiasi UMKM Bojonegoro juga mengundang pihak ketiga untuk presentasi sebuah aplikasi pemasaran.


 Melalui edukasi in diharapkan bisa menambah wawasan dan memperluas pemasaran anggota dengan sasaran tepat, terutama menguasai market lokal. Karna bagaimana pun tidak bisa di sanggah, bahwa market lokal merupakan fondasi awal untuk membangun jaringan market itu sendiri

Istimewanya, aplikasi ini dibuat oleh anak daerah sendiri. Agra, sosok muda ini begitu inovatif dalam menciptakan sebuah aplikasi yang bertujuan mengangkat potensi lokal. Meski secara inti mengangkat dan melayani pemasaran lokal, tapi untuk prodak tertentu seperti fashion dan kerajinan, aplikasi ini bisa melayani permintaan buyer sampai luar kota melalui ekspedisi.

Di Marketplace tersebut menawarkan banyak kemudahan,, di antaranya produsen atau penjual tinggal dihubungi admin terkait permintaan buyer. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan, sehingga produsen utamanya bisa lebih fokus di bagian produksi.

Di akhir pertemuan, ditegaskan lagi oleh ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro, bahwa dalam pertemuan rutin ini tidak sekedar silaturahim, tapi juga bisa menjadi ajang edukasi dan sharing sesama anggota , sehingga kualitas SDM sebagai pengusaha akan terus terupgrade. Tujuannya antaralain, UMKM Bojonegoro bisa bersaing bukan hanya di pasar lokal, dan Nasional, tapi juga di pasar Internasional. ( NES/red)



Inkubator Bisnis Solusi Pengembangan Usaha

Desember 24, 2017 0

Pengembangan Usaha Berbasis Inkubator


Apa itu Inkubator Bisnis


Mungkin di antara kita seri g mendengar apa itu Inkubator Bisnis. Banyak yang menyarankan pelaku UMKM mengikuti program ini. Lalu apa sebenarnya pengertian dari Inkubator Bisnis itu sendiri ? Dan mengapa pelaku UMKM sangat disarankan untuk mengikuti program ini.

Dalam Inkubator Bisnis ada beberapa istilah yang terlebih dahulu perlu kita pahami. Di antaranya adalah inkubator, inkubasi, teman-teman, dll. Menurut aturan dari Menteri Negara Koperasi dan UKM NI. 81.3/Kep/M.KUKM/VIIU/2002, pengertian inkubasi adalah proses pembinaan bagi usaha kecil dan atau pengembangan produk baru yang di lakukan oleh Inkubator Bisnis dalam hal penyediaan sarana dan prasarana usaha, pengembangan usaha, dan dukungan manajemen serta teknologi.

Sedang pengertian inkubasi adalah lembaga yang bergerak dalam bidang penyediaan fasilitas dan pengembangan usaha , baik manajemen maupun teknologi bagi usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usahanya dan atau prodak baru agar dapat berkembang menjadi wirausaha yang tangguh dan atau produk yang berdaya saing dalam jangka waktu tertentu.

Dari penjelasan pengertian di atas dapat kita pahami bahwa inkubator bisnis merupakan suatu lembaga yang telah di desain sedemikian rupa untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis pelaku UMKM. Dalam proses selanjutnya inkubator ini melalui beberapa program baik yang dilakukan pemerintah maupun swasta. 



Upaya Pengembangan Usaha Berbasis Inkubator Bisnis

Para pakar ekonomi percaya bahwa inkubator merupakan salah satu wahana efektif dalam menumbuhkan kembangkan wirausaha baru berbasis teknologi. Dalam penyelenggaraan kegiatannya, inkubator menjalankan fungsi intermediasi sekaligus melakukan penguatan terhadap tenant/calon wirausaha baru dan produk/jasa inovatif yang akan dikembangkan melalui penyediaan tempat sebagai sarana pengembangan usaha, akses permodalan, pelatihan, pendampingan, dan bimbingan kewirausahaan. 

Referensi lainnya menjelaskan bahwa inkubator merupakan media pengembangan ide-ide yang di dasarkan pada pengetahuan baru, metode-metode dan produk yang di kembangkan. Dari berbagai informasi yang di dapat , disampaikan bahwa perkembangan inkubator di beberapa negara seperti Malaysia, Shanghai, Vietnam, Peru, Korea dan Eropa dikelompokkan menjadi :

1. Model inkubator berorientasi pada peningkatan SKIL/ketrampilan

2. Model inkubator yang berorientasi pada jaringan sistem inovasi

3. Inkubator yang berorientasi pada jaringan ekspor

Dalam berbagai forum diskusi terungkap bahwa perkembangan inkubator bisnis di Indonesia memang masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang di sebut di atas. Kebanyakan  inkubator bisnis di Indonesia masih berorientasi pendampingan. Kelemahan lain adalah fasilitas yang dimiliki belum memadai dan kapasitas para pengelolanya masih perlu terus ditingkatkan kualifikasinya melalui serangkaian pembinaan.

Semoga ini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Sehingga inkubator bisnis di Indonesia dapat ditingkatkan sehingga manfaat nya pun bisa dirasakan oleh pelaku usaha. Jika usaha yang dijalankan masyarakat ini berkembang pesat maka ekonomi negara juga akan mengalami perkembangan. Dan dengan begitu ini juga merupakan keuntungan bagi pemerintah.
(NES/red)




Pengertian Online Shop, Marketplace dan E-commerce

Desember 02, 2017 0


Sudah jadi trend saat ini berbelanja online untuk segala macam kebutuhan hidup. Mulai dari perlengkapan fashion, make up, alat rumah tangga, alat sekolah, alat kantor, bahkan makanan dan minuman. Tentu saja ini jadi peluang usaha yang menjanjikan bagi pelaku online Shop. Tapi tidak semua tempat belanja itu bisa di sebut online Shop, bahkan ada yang di sebut market Place dan e-commerce. Ok, untuk itu yuk kita ikuti beberapa penjelasanya.


Pengertian Online-shop

Online Shop atau yang di sebut dengan toko online adalah sistem belanja online yang mana pembeli dapat menanyakan harga atau pertanyaan apapun terkait prodak kepada penjual secara langsung , melalui WA, BBM, FB, dan LINE.


Pengertian Marketplace

Marketplace adalah model bisnis yang mana website yang bersangkutan tidak hanya membantu mempromosikan barang dagangannya saja, tapi juga memfasilitasi transaksi uang secara langsung. Pada sistem belanja online ini, sebuah website menyediakan lahan bagi para penjual untuk menjual prodaknya. Setiap produk yang di jual akan diberikan spesifikasi dan penjelasan kondisi produknya sehingga pembeli bisa langsung mengklik tombol "beli" kemudian melakukan transfer sejumlah harga yang tercantum.


Pengertian E-commerce

E-commerce ini hampir sama dengan marketplace, yaitu pembeli tinggal memilih barang yang di inginkan., Kemudian mgklik tombol "beli" dan dan melakukan transfer. Bedanya adalah, pada E-commerce barang ataupun prodak yang di jual berasal dari website itu sendiri. Ia tidak membuka lahan bagi penjual lain untuk menjual prodaknya. Tidak ada tawar-menawar dan harga yang diberikan adalah harga pas.

Nah, sobat UMKM Bojonegoro , kini bisa tau apa perbedaan dari online Shop, marketplace dan juga E-commerce. Tentunya sekarang kita juga bisa menentukan pilihan, akan memasarkan prodak kita dimana. Pilih yang sesuai dan prospek untuk prodak yang kita produksi. Siap untuk jadi UMKM Go-online, Salam sukses ( NES/red )

75 Pengurus Koperasi se-Jawa Timur ikuti Bimtek di Bojonegoro

Oktober 29, 2017 0
Bertempat di hotel Dewarna, mulai hari Senin tanggal 23 Oktober 2017 sampai Rabu tanggal 25 Oktober 2017, 75 peserta yang terdiri dari pengurus Koperasi ini berasal dari 28 Kabupaten di Jawa Timur seperti Lamongan , Tuban, Jombang, Lumajang , Mojokerto , Madiun dan beberapa kabupaten lain termasuk tuan rumah yaitu kota Bojonegoro.

Bimtek dengan tema Pengembangan Inkubator Berbasis Teknologi Sistem Inkubator ini bertujuan merangsang berkembangnya usaha yang di kelola oleh Koperasi terutama Koperasi Wanita dan Koperasi yang anggotanya terdiri dari pelaku usaha. 

Menurut Totok Indarto, Kabid Koperasi Propinsi Jawa Timur, bimtek ini tak hanya memberi pendidikan perkoperasian tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan masing-masing pengurus dan anggota koperasi. Jadi selain usaha bersama yang dibentuk koperasi, usaha anggota yang ada di dalamnya bisa berkembang

"Untuk itu masing-masing peserta kita wajibkan membawa prodak , supaya bisa di lihat dan dijadikan pembanding bagi prodak lain yang sejenis. Selain itu bisa dilihat kelayakan prodak tersebut baik dari rasa dankemasan serta diketahui pemasaran yang efektif. Karna nanti peserta bimtek juga akan diberi materi packaging, bahkan legalitas usaha", begitu imbuh beliau pada saat sambutan.



Berapa materi yang diberikan untuk menunjang kemajuan usaha ini antaralain materi pendirian koperasi, penyusunsn keuangan, pengembangan usaha melalui ecomerce, akses pinjaman modal , bisnis plan, dan penerapan bisnis berbasis inkubator. ( NES/red )

Penuhi legalitas Anggota, Asosiasi UMKM Bojonegoro Fasilitasi Pengurusan PIRT

September 19, 2017 0



Di Bojonegoro semakin banyak bermunculan wirausaha baru, salah satunya di bidang makanan dan minuman. Ada berbagai produk yang diproduksi seperti jus, minuman segar, aneka keripik, aneka kue, dan juga olahan dari buah dan biji dalam bentuk serbuk. Aneka prodak tersebut bisa kita jumpai di warung-warung, toko dan juga banyak beredar secara online.

Tapi sepertinya banyak masyarakat yang belum tau bahwa prodak yang baik harus dilengkapi dengan legalitas usaha. Untuk sektor makanan dan minuman sendiri minimal harus mempunyai ijin PIRT ( Produk Industri Rumah Tangga ). Ijin PIRT merupakan kelengkapan legalitas dasar yang seyogyanya dimiliki oleh para produsen makanan dan minuman. Dalam PIRT tersebut akan memuat nomor ijin yang nantinya bisa dicantumkan dalam kemasan.

Dalam anggota Asosiasi UMKM Bojonegoro sendiri ada beberapa produsen makanan dan minuman yang baru start up. Mereka belum memenuhi prodaknya dengan legalitas usaha. Seperti di jelaskan di atas, untuk makanan dan minuman legalitas usaha minimal adalah PIRT. Ini jelas merupakan kekurangan yang harus segera di penuhi. Ternyata kendala yang dihadapi mereka antara lain belum tau informasi tentang pengurusan legalitas tersebut dan jarak rumah merek yang di pelosok sehingga membuatnya malas untuk mengurus ijin.

Padahal pengurusan ini bermanfaat besar bagi produsen sendiri. Diantaranya adalah konsumen akan lebih mempercayai keamanan sebuah prodak. Dengan adanya PIRT, maka konsumen tidak was-was karena sudah ada legalitas yang tentunya melalui proses verifikasi dan uji lab oleh dinas terkait. Maka konsumen bisa memastikan tanggal kadaluarsa, komposisi, tempat produksi dan merk dari produksi itu sendiri.

Untuk itu Asosiasi UMKM Bojonegoro membantu para anggota yang ingin melengkapi legalitas usahanya tersebut melalui fasilitasi pengurusan ijin PIRT secara kolektif . Anggota tinggal menyerahkan persyaratan yang diperlukan , selanjutnya mereka tinggal menunggu informasi dari Dinas kesehatan. Selain untuk mendorong semangat produktivitas, program ini juga bertujuan untuk menaikkan mutu dan standar kelayakan prodak anggota kususnya di bidang makanan dan minuman .

(NES/red)