75 Pengurus Koperasi se-Jawa Timur ikuti Bimtek di Bojonegoro

Oktober 29, 2017 0
Bertempat di hotel Dewarna, mulai hari Senin tanggal 23 Oktober 2017 sampai Rabu tanggal 25 Oktober 2017, 75 peserta yang terdiri dari pengurus Koperasi ini berasal dari 28 Kabupaten di Jawa Timur seperti Lamongan , Tuban, Jombang, Lumajang , Mojokerto , Madiun dan beberapa kabupaten lain termasuk tuan rumah yaitu kota Bojonegoro.

Bimtek dengan tema Pengembangan Inkubator Berbasis Teknologi Sistem Inkubator ini bertujuan merangsang berkembangnya usaha yang di kelola oleh Koperasi terutama Koperasi Wanita dan Koperasi yang anggotanya terdiri dari pelaku usaha. 

Menurut Totok Indarto, Kabid Koperasi Propinsi Jawa Timur, bimtek ini tak hanya memberi pendidikan perkoperasian tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan masing-masing pengurus dan anggota koperasi. Jadi selain usaha bersama yang dibentuk koperasi, usaha anggota yang ada di dalamnya bisa berkembang

"Untuk itu masing-masing peserta kita wajibkan membawa prodak , supaya bisa di lihat dan dijadikan pembanding bagi prodak lain yang sejenis. Selain itu bisa dilihat kelayakan prodak tersebut baik dari rasa dankemasan serta diketahui pemasaran yang efektif. Karna nanti peserta bimtek juga akan diberi materi packaging, bahkan legalitas usaha", begitu imbuh beliau pada saat sambutan.



Berapa materi yang diberikan untuk menunjang kemajuan usaha ini antaralain materi pendirian koperasi, penyusunsn keuangan, pengembangan usaha melalui ecomerce, akses pinjaman modal , bisnis plan, dan penerapan bisnis berbasis inkubator. ( NES/red )

Penuhi legalitas Anggota, Asosiasi UMKM Bojonegoro Fasilitasi Pengurusan PIRT

September 19, 2017 0



Di Bojonegoro semakin banyak bermunculan wirausaha baru, salah satunya di bidang makanan dan minuman. Ada berbagai produk yang diproduksi seperti jus, minuman segar, aneka keripik, aneka kue, dan juga olahan dari buah dan biji dalam bentuk serbuk. Aneka prodak tersebut bisa kita jumpai di warung-warung, toko dan juga banyak beredar secara online.

Tapi sepertinya banyak masyarakat yang belum tau bahwa prodak yang baik harus dilengkapi dengan legalitas usaha. Untuk sektor makanan dan minuman sendiri minimal harus mempunyai ijin PIRT ( Produk Industri Rumah Tangga ). Ijin PIRT merupakan kelengkapan legalitas dasar yang seyogyanya dimiliki oleh para produsen makanan dan minuman. Dalam PIRT tersebut akan memuat nomor ijin yang nantinya bisa dicantumkan dalam kemasan.

Dalam anggota Asosiasi UMKM Bojonegoro sendiri ada beberapa produsen makanan dan minuman yang baru start up. Mereka belum memenuhi prodaknya dengan legalitas usaha. Seperti di jelaskan di atas, untuk makanan dan minuman legalitas usaha minimal adalah PIRT. Ini jelas merupakan kekurangan yang harus segera di penuhi. Ternyata kendala yang dihadapi mereka antara lain belum tau informasi tentang pengurusan legalitas tersebut dan jarak rumah merek yang di pelosok sehingga membuatnya malas untuk mengurus ijin.

Padahal pengurusan ini bermanfaat besar bagi produsen sendiri. Diantaranya adalah konsumen akan lebih mempercayai keamanan sebuah prodak. Dengan adanya PIRT, maka konsumen tidak was-was karena sudah ada legalitas yang tentunya melalui proses verifikasi dan uji lab oleh dinas terkait. Maka konsumen bisa memastikan tanggal kadaluarsa, komposisi, tempat produksi dan merk dari produksi itu sendiri.

Untuk itu Asosiasi UMKM Bojonegoro membantu para anggota yang ingin melengkapi legalitas usahanya tersebut melalui fasilitasi pengurusan ijin PIRT secara kolektif . Anggota tinggal menyerahkan persyaratan yang diperlukan , selanjutnya mereka tinggal menunggu informasi dari Dinas kesehatan. Selain untuk mendorong semangat produktivitas, program ini juga bertujuan untuk menaikkan mutu dan standar kelayakan prodak anggota kususnya di bidang makanan dan minuman .

(NES/red)


6 Tahun Berjaya, Selven Akhirnya Gulung Tikar

Juli 02, 2017 0



Minimarket 7 - Eleven atau beken dengan akronimnya "Sevel" , resmi akan menutup semua gerainya di Indonesia sejak Jumat ( 30/6/2017 ) . Penutupan disebabkan sejumlah faktor , mulai dari target perusahaan yang tidak tercapai dan mengalami kegagalan sejak 2015.

Sevel sejatinya merupakan pemain baru di bisnis minimarket Indonesia. Modern Internasional baru meneken Letterman of intent master franchise gerai 7 - Eleven di Dallas tahun 2008. Setahun kemudian gerai pertama Sevel dibuka dikawasan Bulungan, Jakarta Selatan.

Tampilan fisik dan dagangan Sevel memang berciri minimarket . Namun untuk dapat beroperasi 24 jam, mereka menggunakan ijin restoran. Manajemen pun kemudian menambahkan makanan cepat saji , lengkap dengan meja dan kursi .

Konsep tersebut rupanya cukup diterima masyarakat, hingga pada masa jayanya, Sevel dapat membuka 30 - 60  gerai baru di Jakarta. Jika pada tahun 2011 hanya ada 50 Anda gerai, maka 2012 bertambah dua kali lipat.

Hanya enam tahun bertumbuh, kinerja bisnis Sevel mulai menurun 2015. Manajemen pun mencoba berinovasi dengan mengembangkan gerai yang tidak hanya mengandalkan penjualan tapi juga jasa. Mereka mengembangkan kios digital, seperti melayani penjualan pulsa, tiket konser hingga tiket perjalanan.

Pukulan kemudian datang pada 16 April 2016, minimarket dilarang menjual minuman beralkohol. " Saat minuman beralkohol di larang, penjualan berkurang. Lalu orang-orang yang membeli Snack seperti kacang-kacangan menurun ", kata corporate secretary PT. Modern Putra Indonesia, Tina Novita. Kondisi tersebut langsung memukul kinerja semua gerai.

Menteri perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku akan melakukan pertemuan dengan PT Modern Sevel Indonesia, pihak pengelola Sevel terkait keputusannya untuk menutup seluruh gerainya di Indonesia.

Menurut Enggar, bisnis retail di Indonesia sampai saat ini masih tergolong baik. Hal tersebut terlihat dengan keberadaan Indomart  dan Alfamart yang masih bertahan . Selain itu menurut Enggar, pelarangan penjualan minuman beralkohol di minimarket bukan manjadi penyebab tutupnya Sevel. Sebab pelarangan tersebut tidak akan berdampak signifikan bahkan hingga tutup.

Mengamati ini pula ketua Kamar Dagang Indonesia Rosan Roeslani menilai tutupnya seluruh gerai Sevenfold di Indonesia lantaran model bisnis yang tidak tepat. Menurutnya Sevel mengutamakan tempat nongkrong daripada tempat belanja seperti Indomaret atau Alfamart.

" Orang beli Coca-Cola satu tapi nongkrongnya 2 - 3 jam. Jadi tidak sesuai model bisnisnya. Akhirnya margin dan volume penjualan tipis, biaya sewa mahal, dan biaya sewa tidak tertutupi, imbuhnya.
(Dihimpun dari berbagai sumber, NES/red )


Bulan Ramadhan Produsen Kue Kering Kewalahan Terima Pesanan

Juni 02, 2017 0



Bulan Ramadhan seringkali identik dengan sahur, ngabuburit, dan buka bersama. Banyak orang yang memanfaatkan momentum ini untuk berkumpul dengan keluarga, sahabat, komunitas dan juga teman masa sekolah . Seperti mengadakan bagi takjil ataupun buka bersama.

Maka ini pun merupakan keuntungan tersendiri bagi pengusaha bidang kuliner. Mereka berlomba memberikan pelayanan ektra seperti tempat yang nyaman untuk buka puasa, dan pemberian takjil gratis . Lain halnya dengan usaha kuliner lainnya seperti produsen kue kering. Ramadhan juga merupakan peluang meraup rupiah.

Beberapa anggota Asosiasi UMKM Bojonegoro yang memproduksi kue kering ini mengaku penjualan bisa naik sampai 100%. Sebagian dari pembeli adalah langganan lama, sedang sebagian lagi adalah pelanggan baru yang di dapat dari online. H-5 mereka ini sudah membuat Sample untuk di tunjukkan pada calon konsumen , sehingga bila ada prodak baru konsumen bisa tau.

Pada umumnya produsen kelas rumahan ini memakai sistem indens. Dimana mereka membuat sample, ditawarkan dan dicatat sebagai pesanan yang di ambil menurut permintaan pembeli. Sehingga mereka bisa menyeimbangkan produksi dengan permintaan pasar. Karena sebagian memang hanya memproduksi saat menjelang lebaran saja.

Salah satu anggota Asosiasi UMKM Bojonegoro yang sudah bertahun-tahun menjalani usaha ini adalah Wahyu Utami. Perempuan lulusan IPB ini dalam puasa Minggu pertama sudah menerima pesanan sebanyak 1500 toples aneka varian. Belum lagi permintaan toko mitranya yang memintanya menyuplai kue kering sebanyak 30 dozen. Kue kering produknya diberi label MeccaQ cakes and cookies , dengan produknya antara lain nastar aneka varian, sagu keju, crown flanelnya, kue kacang, lidah kucing, putri salju kastengel dan Cookies hello Kitty. Harganya pun varian mulai Rp 30.000- Rp 65.000.



Beda pengalaman beda juga cerita yang di alami oleh anggota Asosiasi UMKM Bojonegoro satu ini. Nuina Savitri membuat kue kering ini berdasar ide dadakan, tapi tak disangka pesanan membludak. Sehari-hari ibu muda ini memproduksi donat dengan label Nuina Kitchen. Tapi kali ini dia memberanikan diri memproduksi kue kering seperti nastar, kastengel, lidah kucing, sagu keju, kue kacang dan Mawaran. Meski dibilang baru dan pemasaran hanya area Bojonegoro , pemasaran yang sudah masuk mencapai 300 toples.



Usaha dadakan memproduksi kue kering juga di alami oleh Irkham . Pria asal Dander ini bersama dengan istrinya membuat aneka kue kering yang inovatif. Putri salju yang selama ini berwarna putih , ditampilkan cantik dengan warna hijau. Begitu juga semprit susu yang menggemaskan berbentuk ulat. Produknya yang lain berupa nastar, kastengel, Choco chip, semprit susu dan Crispy cheess Cookies sangat digemari pelanggannya yang berasal dari kantor-kantor. Andapun bisa ikut memesan kue kering yang berlabel Ellie dengan harga terjangkau.



Berkah Ramadhan juga dirasakan UMKM pemula , seperti Dedy Pramudya. Pemuda yang mengawali usaha dari hobi ini fokus pada pembuatan kue kacang. Jika selama ini kue kacang yang kita jumpai hanya begitu rasanya, tapi melalui kreativitasnya kita bisa menikmati aneka kue kacang dengan rasa varian seperti red Velvet, green tea, dan coklat. Sensasi rasa akan benar-benar anda dapatkan dari kue kacang  dengan label Aladana ini. Tapi jangan kuatir, bagi pecinta kue kacang rasa original tetap disediakan.



Lain daripada yang lain, Endy membuat kue kering dalam bentuk paketan yang murah meriah berlabel Endy Cookies . Satu paket berisi 6 varian ( kastengel, Mawaran, putri salju, milky mixpell, Cookies coklat dan kue kacang ) cukup dengan Rp 65.000. Meskipun murah, tapi rasanya tetap enak, karena kualitas tetap dijaga. Paketan murmer ini sangat cocok untuk buah tangan atau parcel , karena sudah dikemas cantik oleh ownernya. Penjualan pun semakin meningkat tahun ini, karena pemasarannya dibantu reseller.



Dari artikel di atas semoga bisa dijadikan referensi bagi yang sedang mencari referensi suguhan untuk lebaran nanti. Mari kita bangga dan menjadi pionir mengkonsumsi prodak lokal. Rasa adalah soal selera, tapi kualitas masing-masing prodak sudah terjamin dan dilengkapi ijin PIRT dari Dinas Kesehatan. Pilih sesuai selera dan sesuaikan dengan budget anda. Selamat menjalankan ibadah puasa, semangat berkarya, dan salam sukses selalu. (NES/red)







Bersama Kantor Pos Adakan Bazar Ramadhan

Mei 31, 2017 0


Memperingati bulan Ramadhan tahun ini Asosiasi UMKM Bojonegoro kembali akan gelar Bazar Ramadhan. Bazar Ramadhan merupakan program tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Ramadhan. Dalam Bazar Ramadhan ini menampilkan produk-produk unggulan baik kerajinan, jasa dan juga kuliner rencana akan digelar pertentangan bulan Juni nanti.

Tahun ini Asosiasi UMKM Bojonegoro bekerjasama dengan Kantor Pos untuk menyelenggarakan Bazar Ramadhan tahun ini. " Kami ingin bersinergi dengan Asosiasi UMKM Bojonegoro, karena sudah banyak anggota yang memakai jasa pelayanan kami selama ini, terutama pelaku usaha online", begitu ucap Mraji, Pimpinan Kantor Pos Bojonegoro.

Tak dipungkiri memang, banyak pelaku UMKM yang memasarkan produknya secara online. Tentu saja sebagai sarana pendukung untuk mendistribusikan barang ke konsumen membutuhkan jasa pengiriman barang. Pengiriman ini tidak hanya untuk pengiriman dalam kota, luar kita, luar pukau, tapi juga luar negeri.

Untuk itu sebagai bentuk kontribusi Kantor Pos kepada pengguna jasa pengiriman terutama pelaku UMKM, Kantor pos selalu meningkat kan pelayanan dan menawarkan keuntungan - keuntungan pada para UMKM. Salah satunya adalah layanan jemput barang, armada dan tarif pengiriman yang sangat bersahabat.

Sebagai apresiasi atas terjalinnya kerjasama selama ini pula, Kantor Pos mempersilahkan di laksanakannya Bazar Ramadhan yang akan digelar dihalaman Kantor Pos. Tentu saja dengan memaksimalkan area yang ada. Selain itu Kantor Pos juga akan mengundang mitra usaha onlinenya untuk berpartisipasi dalam acara ini dengan memberikan fasilitas berupa voucher.

Konsep Bazar nanti diharapkan mampu mengangkat prodak lokal juga memberi margin bagi para peserta. Sehingga sesuai rencana, Bazar yang akan digelar selama 5 hari ini akan benar-benar memberi hasil positif dan menguntungkan, baik untuk Asosiasi UMKM Bojonegoro, untuk Kantor Pos, dan juga pelaku usaha atau peserta Bazar.Bazar Ramadhan ini nantinya juga akan di dukung oleh beberapa mitra yang lain seperti LMI.(NES/red)

Keripik Singkong Tembus Pasar Malaysia

April 22, 2017 0



Nasib orang memang tiada yang tau. Manusia hanya sekedar berencana. Dan ketika berusaha , di tuntut sebuah keikhlasan dan kesabaran. Bagi wirausaha sendiri, sifat tekun, ulet , dan pantang menyerah menjadi sebuah keharusan .

Sifat-sifat inilah yang menghantarkan sukses seorang Fendi pengusaha asal Medan yang sudah mengekspor keripik singkong ke Malaysia. Sebuah kesuksesan yang datang tanpa di nyana sebelumnya.

Berawal dari 14 tahu silam ketika dirinya terjun di dunia usaha. Melihat potensi singkong yang ada di daerahnya, Fendi memproduksi keripik singkong dalam skala home industri. Produksi saat itu masih dia kelola hanya berdua dengan istrinya.

Proses produksi juga masih menggunakan alat-alat sederhana seperti kebanyakan. Tapi untuk bahan baku dipilih singkong yang berkualitas. Yaitu yang mempunyai diameter 5 cm, warna putih dan matal.

Pemasaran yang dilakukan pun sangat sederhana. Keripik singkong yang dikemas kecil di titipkan ke toko-toko di sekitar rumah. Terkadang juga ada yang pesan langsung kiloan untuk sebuah acara, meski tidak tiap hari.

Hingga suatu saat tetangganya tersebut pesan 5 bungkus untuk oleh-oleh saudaranya yang ada di Malaysia. Karna atas permintaan saudaranya sendiri ingin dibawakan oleh-oleh yang tidak seperti biasanya seperti kue , Snack atau buah .


Inilah awal kesuksesan yang tak di sangka itu. Rupanya saudara dari tetangganya itu sangat suka dengan kripik singkong buatan pak Fendi. Rasanya yang pas, renyah dan bentuknya yang rapi, sangat cocok sekali untuk cemilan sehari-hari. Sehingga orang tersebut sangat berminat dan minta dikirim beberapa peace.

Dari bulan ke bulan permintaan keripik singkong terus meningkat, dan pak Fendi sudah melakukan ekspor sendiri. Hingga kini, sedikitnya sebanyak 300 kilo keripik singkong dikirim ke Malaysia. Untuk itu dirinya menambah jumlah karyawan , mesin, bahan baku dan juga mobil pick up sebagai sarana penunjang.

Kini pak Fendi sudah memiliki gudang untuk stock keripik singkongnya. Karna di waktu-waktu tertentu penjualan bisa meningkat dari hari biasa. Dengan adanya gudang penyimpanan ini, diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pasar tanpa harus menunggu produksi dari  Indonesia.(NES/red)


Keluhkan Modal , Pengrajin Susah Berkembang

April 15, 2017 1


Kali ini tim Asosiasi UMKM Bojonegoro menjelajah  ke sebuah desa di salah satu kecamatan Kapas, tepatnya desa Mbogo, Kapas, Bojonegoro. Penduduk desa ini sebagian besar masih mengandalkan pertanian. Selain tanaman padi , di desa Mbogo ini juga banyak tanaman bambu.

Tujuan utama adalah dalam misi Bedah Usaha UMKM yang masih belum terdeteksi oleh Dinas maupun media. Para pengrajin ini umumnya masih terbatas mengenai informasi dan teknologi. Mereka masih mengandalkan cara-cara tradisional dan umum seperti menjual prodak melalui pasar malam, melalui tetangga dan pihak-pihak yang hanya mereka kenal.

Di teras rumahnya , mas Darmo , pengrajin limbah kayu ini terlihat sedang mengerjakan sesuatu. Ada potongan-potongan kecil dari kayu berbentuk huruf mulai dari A sampai Z, ada potongan model hati, ada juga model daun dan ikan. Tampak juga dua mesin pemotong dan sebuah alat sederhana untuk menulis kalimat yang dibuatnya sendiri.

Ditemani istrinya, mas Darmo ini mengerjakan beberapa pesanan yang sudah masuk, di antaranya pesanan gantungan kunci dari salah satu SD yang ada di dekat rumahnya. Disela-sela kesibukannya tim kami pun mengajukan beberapa pertanyaan sehubungan dengan usaha yang dijalankannya.

Bapak satu anak ini mengaku, awalnya dia belajar kerajinan ini dari you tube. Lalu eksperimen dengan menggunakan alat sederhana yang dia punya. Kurang lebih setelah satu tahun usahanya berjalan, tak di sangka dia mendapat bantuan mesin pemotong dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi melalui seorang temannya.

Alhasil pekerjaannya pun makin mudah dan bisa memproduksi berbagai macam miniatur dan huruf seperti sekarang ini. Namun di sayangkan meski sudah mempunyai alat canggih, penjualan masih belum bisa seperti yang diharapkan. Hal ini menurut Darmo salah satunya karna modal yang terbatas. Sehingga untuk menambah bahan baku dan memenuhi permintaan pesanan dalam jumlah banyak belum  bisa.

Meski bahan baku yang dikelola berasal dari limbah yang didapat dengan harga murah, namun pelengkap dan finishing yang lain seperti gantungan kunci, amplas, dan plitur masih di dapat dengan harga mahal. Pernah suatu ketika saat mendapat pesanan banyak dari rekanan, Darmo terpaksa berhutang pada saudaranya demi untuk membeli bahan baku, karna uang muka dari pemesan masih kurang.

Tapi tetap dengan semangat pantang menyerah , Darmo selalu mencari peluang . Diantaranya dengan memperbanyak unit produksi, jika di awal hanya gantungan kunci dan miniatur , kini dia pun membuat sample prodak lain seperti pigura, dan kaligrafi. Dengan begitu dia berharap akan akan semakin banyak orang memesan dengan kebutuhan yang berbeda.

Ini merupakan potret nyata di masyarakat , dimana pelaku UMKM selalu menjadikan permodalan dan pemasaran sebagai kendala untuk mengembangkan usahanya. Banyak pengrajin yang mempunyai prodak bagus tapi harus tergerus oleh kompetitor nya, jika tidak demikian umumnya usaha mereka tetap bertahan tapi jalan di tempat. (NES/red)