Jambu Kristal dari Kecamatan trucuk

Jambu Kristal dari Kecamatan trucuk

Maret 23, 2017 0
Saat ini di Bojonegoro sedang musim jambu kristal. Jambu ini memang mempunyai rasa yang lezat. lokasi kebun jambu kristal yang dimaksud di Bojonegoro terdapat di wilayah kecamatan Trucuk. Tak perlu susah untuk menuju lokasi kebun jambu tersebut. Tepatnya ada di sebelah barat ibu kota kabupaten Bojonegoro  lokasi kebun jambu kristal dapat kita temukan. para pengunjung dapat memetik dan menikmati jambu kristal tersebut ditempatnya. namun jika untuk oleh-oleh pengunjung dapat memetik berapapun jumlah yang diinginkan namun tak usah khawatir mahal, karena harga yang disuguhkan juga tak akan menguras kantong. Rasa yang sangat lezat tidak akan mengecewakan saat kita membelinya.
Tak hanya itu, penduduk atau memilik kebun yang ramah dan memperlakukan pengunjung membuat pengunjung akan selalu tertarik untuk mengunjunginya kembali.

Menurut penuturan pemilik kebun, jika saat panen mereka tak pernah kebingungan untuk menjual, karena para pengunjung yang tidak pernah sepi. namun jika tidak waktunya musin buah, petani jambu kristal merasa bersalah kepada para pengunjung yang sudah datang jauh-jauh namun tak dapat menikmati jambu kristal dengan maksimal.

Wisata jambu kristal dikecamatan trucuk, tepatnya desa Padang ini memang tak pernah sepi pengunjung. banyak sekali pengunjung dari luar kota yang sengaja datang untuk menikmati sensasi kelezatan jambu krital yang langsung memetik dari pohonnya.

Selain dapat memetik langsung di kebun desa Padang kecamatan Trucuk kini jambu kristal tersebut juga tersedia di galeri gedung produk unggulan UMKM Bojinegoro tepatnya di jalan Pattimura.


Pembukaan Gedung Pamer Prodak Unggulan UKM

Maret 20, 2017 0

Senin, 20 Maret 2017. Suasana penuh semangat dari para hadirin yang hadir bertempat di halaman Gedung Pamer ini seakan menjadikan hari ini sebagai simbol dari kebangkitan dan bersatunya segenap unsur UMKM yang ada di bojonegoro. Dengan mengundang pula SKPD , hari ini Gedung Pamer Prodak Unggulan UKM siap diresmikan.

Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan dirjen ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro Nofi Eka Suryani, lalu disambung dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari ketua DPRD Sukur Priyanto,  Sambutan kedua dari ketua panitia M. Alfianto yang juga merupakan Waka SDM dan keanggotaan Asosiasi UMKM Bojonegoro, kemudian sambutan yang ketiga dari bapak Sudiaris Yuwono, sekretaris Dinas Koperasi dan usaha mikro .

Dilanjut dengan pembacaan ikrar UMKM oleh Sri Artiningsih yang juga ketua IWAPI Bojonegoro. Selesai membacakan ikrar ini dilanjut dengan menyerukan yel yel yang di suarakan segenap pengurus galeri dan juga koordinator UMKM kecamatan, dengan yel yel sebagai berikut :
UM kita
UM bisa
UM maju
UM luar biasa
UM jaya....Jaya....Jaya
UM matoh.

Peragaan busana oleh model papan atas pun turut meramaikan acara ini, di antara adalah Berta Silalahi . Mereka melenggak lenggok dengan membawa beberapa prodak dari UMKM. Beberapa prodak seperti bunga dari daur ulang kresek, guci, tas kain dan lukis kaca pun dipamerkan dengan cantik di hadapan para undangan.

Acara selanjutnya adalah pemotongan pita oleh bapak Suyoto Bupati Bojonegoro di dampingi ibu Mahfudhoh. Untuk selanjutnya bapak bupati masuk ke gedung pamer di ikuti oleh undangan lainnya yang berjumlah 250 orang. Satu persatu ruang pamer yang berisi dua kecamatan tiap ruang ini di hampiri.

Tidak sekedar melihat-lihat prodak, tapi para undangan juga membeli prodak yang di gelar diruang pamer, dengan menggunakan voucher yang sudah di beli saat absensi. Banyak produk anggota yang laris di borong, bahkan beberapa prodak langsung habis.

24 kecamatan yang tersebar di beberapa ruang ini sudah ada koordinator dari masing-masing kecamatan yang siap menerima kedatangan para undangan . Mereka bukan saja menjaga display barang, tapi siap menjelaskan spesifikasi seperti bahan yang dipakai, manfaatnya, cara pembuatannya, dan juga keunggulan dari prodak tersebut. Sehingga pengunjung paham dan tertarik untuk membeli prodak.

Dalam pembukaan Gedung Pamer Produk Unggulan UKM ini juga dilaksanakan sosialisasi e-comers dari salah satu online store yang saat ini sedang berkembang. Harapannya nanti , UKM paham melakukan selling melalui internet. Sehingga benar-benar siap dalam segala kondisi dan situasi , dimana saat ini persaingan pasar semakin ketat.

Rencananya Gedung Pamer Produk Unggulan UKM ini akan dibuka setiap hari, mulai pukul 08.00- 17.00. Sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu, akan diadakan pasar lelang dengan mengundang SKPD dan stakeholder. (NES/red)


Upaya Peningkatan Pemasaran Produk Unggulan Kabupaten Bojonegoro

Maret 15, 2017 0



Selasa, 14 Maret 2016. Siang ini bertempat di kantor Dinas Perdagangan , Kepala Dinas Basuki, mempertemukan pelaku UKM dengan perusahaan besar Lionel Parcel. Dalam upaya meningkatkan pemasaran produk unggulan kabupaten Bojonegoro . Tidak banyak yang di undang, hanya beberapa orang perwakilan dari Asosiasi UMKM Bojonegoro, Asosiasi Pengrajin Kayu Bojonegoro, Relfood, Keong Mas dan batik Dekranasda.

Victor Ary Subekti, selaku GM Comercial Koin Parcel menjelaskan bahwa bentuk kerjasama dengan UKM ini,nantinya dalam bentuk afiliasi produk unggulan disetiap daerah termasuk Bojonegoro, kemudian mempromosikan dan memasarkan melalui 3 titik platformnya yang dimiliki oleh Lionel Air Groups, diantaranya melalui media online www.lionparcel.com , melalui Windows of Indonesia (WoI), juga inflight shop (penjualan dalam penerbangan.)


WoI akan menjadi fasilitas bagi para wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara untuk dapat menikmati makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia, menjadi tempat untuk menunjukkan produk-produk kerajinan dan budaya dari seluruh Indonesia dan juga akan mendorong pertumbuhan kerajinan tradisional maupun modern. Melalui WoI , diharapkan bisa mendorong sektor pariwisata dan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia. WoI akan di bangun di 3 tempat yaitu Manado, Denpasar, dan Batam.

Masih menurut Victor, selama ini banyak orang Indonesia ketika bepergian keluar negeri selalu membeli oleh-oleh khas dari negara tersebut, seperti fashion, makanan, dan juga cindera mata, dan sekarang saatnya Indonesia juga harus bisa menarik wisatawan mancanegara tersebut dengan produk-produk unggulan UKM yang ada di WoI.

Sedangkan Inflight Shop adalah penjualan dalam penerbangan Lion Groups. Dalam sehari Lion Air mampu melakukan penerbangan sebanyak 1.325 dalam sehari dengan jumlah penumpang 50 juta orang pertahun. Dalam penerbangan ini Lion Air Groups tidak menyediakan layanan audio visual maupun makanan, sehingga ada banyak waktu bagi penumpang untuk mendapatkan informasi tentang produk yang ditawarkan dalam penerbangan melalui majalah yang memuat produk-produk UKM.

Sebagai tindak lanjut dalam 3 Minggu kedepan pada bulan April, Lion Parcel akan mengadakan kurasi/pemilihan produk unggulan, untuk menilai apakah produk UKM tersebut sudah memenuhi standarisasi yang ditetapkan atau belum untuk bisa masuk di galeri Windows of Indonesia (WoI). Setidaknya ada 3 komoditi UKM yang akan menjadi prioritas yaitu Komiditi kaos, batik dan kerajinan dari kayu.

Pengrajin harus bisa membaca segmen akan kebutuhan pasar, memberi prodak bagus dengan harga bersaing, harga yang murah tapi bukan murahan, k ualitas tetap harus di nomor satukan . Penjual atau UKM juga harus memenuhi kelayakan penjualan seperti PIRT, BPOM, dan halal untuk komoditi makanan. Sedangkan untuk kerajinan, di himbau untuk memakai tambahan finishing dengan aman, misalkan memakai cat yang aman. Karna orang mancanegara menyukai warna cerah, maka untuk batik di anjurkan menggunakan dasaran dengan warna cerah.

Kegiatan ini terbuka bagi seluruh UKM di Bojonegoro dan tidak dipungut biaya. Baik itu pengiriman, penyimpanan, maupun promosi produk UKM. Bahkan nanti pelaku UKM akan mendapatkan pelatihan untuk mendesain kemasan yang aman dan menarik.  Rencananya tanggal 5 April juga akan dilakukan pameran sebagai awal dari tahap kurasi dan memacu daya saing antara pelaku UKM secara kualitas dan kuantitas.(NES/red)

Gandeng KPP Pratama Bojonegoro, Asosiasi UMKM Bojonegoro adakan Seminar

Maret 10, 2017 0



Kamis, 9 Maret 2017. Banyak masyarakat termasuk pelaku UMKM yang tidak mengetahui tentang perpajakan  dan banyak dari mereka yang belum memiliki NPWP. Sedang bulan Maret merupakan bulan pelaporan wajib pajak, hingga 31 Maret 2017. Terkait itu Asosiasi UMKM Bojonegoro menggandeng KPP Pratama Bojonegoro mengadakan seminar Businessman Development Services (BDS) yang bertajuk UMKM Makin Mendunia.

Dengan mengundang Kepala Dinas Koperasi dan usaha mikro, Kepala Dinas Perindustrian dan tenaga kerja, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Kominfo, pimpinan BNI, EMCL, PEPSI, IWAPI, ABS, STIE Cindekia, beberapa LPK dan LKP, pelaku UMKM, media, koordinator Umkm kecamatan dan tentunya Anggota Asosiasi UMKM Bojonegoro. Acara ini berlangsung dari mulai pukul 09.00-12.00 dan juga menghadirkan narasumber dari praktisi yaitu owner sebuah usaha roti yang mempunyai pengelolaan manajemen yang bagus.

Acara ini sendiri di gagas untuk mendorong Pengusaha melek pajak dan lebih termotivasi dengan adanya narasumber dari praktisi langsung . Pentingnya pengusaha untuk mempunyai NPWP di antaranya selain untuk memenuhi syarat legalitas, kemitraan dan sebagai warga negara yang baik . Sebagai bentuk sosialisasi, KPP menjelaskan kemudahan-kemudahan dalam mengurus NPWP. Sehingga diharapkan nanti pengusaha terutama UMKM mendapat kemudahan lainnya termasuk untuk akses ke bank, karna sekarang NPWP ini masuk sebagai salah satu syarat untuk pengajuan pinjaman ke bank. Sosialisasi lainnya adalah tentang Tax Amnesti yang disampaikan langsung oleh pihak KPP Pratama.

Susunan acara lumayan singkat, selesai menyanyikan lagu kebangsaan langsung disambung dengan sambutan dari KPP Pratama oleh bapak Munaji , diteruskan sambutan dari ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro, Nofi Eka Suryani.  Masuk acara inti yaitu talkshow , narasumber yang dihadirkan adalah Candra Ari Wibowo owner Cinta Cake dan Elzadeba Agustina SH M.kes. Dialog interaktif ini berjalan seru dan sangat responsif. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar perjalanan usaha yang dibangun oleh mas Candra ini. Mulai dari modal yang di dapat, pengelolaan manajemen, mengubah tempat yang tidak terlihat hingga menjadi tempat yang ramai dikunjungi banyak orang.

Dalam stetmen yang berbeda, ibu Elza menjelaskan tentang apa itu UMKM dan mensosialisasikan opening gedung pamer yang ada di jalan Pattimura. Beliau berharap kepada semua pelaku UMKM untuk andil bagian dalam memajukan gedung pamer tersebut. Pada semua UMKM dipersilahkan dan di anjurkan untuk mendisplay prodaknya di galeri supaya produknya bisa lebih dikenal. Untuk itu , UMKM bisa menghubungi koordinator  di kecamatan masing-masing yang beberapa waktu lalu telah dibentuk oleh Asosiasi UMKM Bojonegoro. Atau bisa juga langsung datang ke gedung pamer dengan menemui petugas yang ada.

Puluhan Doorprize juga turut menyemarakkan acara. Doorprize diberikan bagi peserta yang aktif mengikuti dialog dengan mengajukan pertanyaan, juga diberikan pada peserta yang menjawab pertanyaan dari moderator juga narasumber. Baik pertanyaan tentang perpajakan untuk KPP Pratama, tentang kewirausahaan , program kedinasan maupun untuk Asosiasi UMKM Bojonegoro .

Kolaborasi dari 4 elemen ini memang sangat luar biasa, masing-masing mempunyai peran dalam pengembangan UMKM kususnya yang ada di Bojonegoro. Dan inilah salah satu bentuk kerja nyata Asosiasi UMKM Bojonegoro , mengadakan sinergitas dengan KPP Pratama Bojonegoro. Pihak KPP yang sudah mensuport penuh acara ini memberikan apresiasi luar biasa, dan harapannya akan ada kerjasama yang berkelanjutan dengan Asosiasi UMKM Bojonegoro. (NES/red)

Penyerahan cinderamata dari KPP Pratama untuk ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro, narasumber Candra Ari Wibowo dan kepala dinas Koperasi dan usaha Mikro


Perserta 


Dialog interaktif

Pelatihan Pembuatan Tortila di Karang Taruna Tuban

Maret 06, 2017 0


Minggu, 5 Maret 2017. Salah satu kegiatan Asosiasi UMKM Bojonegoro yang tercantum dalam ADART adalah mengadakan pelatihan , baik itu Pelatihan bimbingan teknis maupun kewirausahaan. Beberapa pelatihan yang pernah di adakan adalah panduan masuk dalam online store milik Asosiasi UMKM Bojonegoro sendiri. Selain itu juga pernah di adakan pelatihan capacity building yang melibatkan anggota secara langsung.

Pelatihan ini tidak sebatas untuk anggota saja, bahkan beberapa kali Asosiasi UMKM Bojonegoro memberikan pelatihan untuk masyarakat secara cuma-cuma saat program "Sambang Dulur". Pelatihan yang di berikan bermacam-macam, di sesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Begitu juga dengan pelatihan kali ini yang di adakan oleh Karang Taruna Widya Muda, di desa Maindu dukuh Watukuwo, kecamatan Montong , kabupaten Tuban.

Secara kusus Ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro di undang oleh Ketua Karang Taruna "Widya Muda" untuk memberi pelatihan kewirausahaan. Darmianto (ketua Karang Taruna) menjelaskan, kegiatan ini di gagas untuk lebih memotivasi warga desa terutama Anggota Karang Taruna untuk lebih aktif, mempunyai kegiatan positif, bisa mengangkat potensi desa dan menjadi penggerak perekonomian masyarakat desa. Sudah beberapa kali Karang Taruna menggelar kegiatan secara swadaya, salah satunya adalah baksos untuk korban banjir.

Dijelaskan olehnya bahwa hasil pertanian seperti jagung, kacang dan singkong begitu melimpah. Desa Maindu merupakan kawasan pertanian, untuk itu sebagian warganya berprofesi sebagai petani. Desa ini berada di dataran tinggi, sawah-sawah di bangun dengan sistem tersaring seperti di Bali. Udara yang masih segar, panorama asri dan pemandangan hijau membentang luas. Sayang akses ke desa ini agak susah di jangkau, karna untuk masuk kesana masih diperlukan waktu yang cukup lama dengan jarak tempuh sekitar 34 kilometer dari kantor kecamatan.

Untuk itu dalam kesempatan ini, diharapkan bukan hanya materi kewirausahaan secara teoritis yang ingin di dapat, tapi juga pelatihan ketrampilan untuk bisa di manfaatkan sebagai peluang usaha. Dalam sambutannya, ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro, Nofi Eka Suryani, menghimbau agar masyarakat setempat melalui Karang Taruna ini bisa mengangkat potensi dari hasil pertanian desa Maindu. Karna melalui sektor usaha riil , bukan saja potensi desa yang terangkat, tapi sektor perekonomian pun akan berkembang.

Hasil pertanian seperti yang disebutkan di atas menurutnya sayang sekali jika harus dijual mentah dengan harga yang sangat murah. Seperti jagung, saat ini hanya mempunyai nilai jual Rp 3.200 perkilonya. Padahal jika bisa mengolahnya menjadi prodak jadi, dengan sedikit kreativitas, maka akan bernilai jual lebih tinggi. Seperti materi praktek yang akan diberikan saat ini , yaitu pembuatan Tortila, Snack yang diolah dari bahan baku jagung.  Bahan jagung yang mudah di dapat di desa ini, ketika di olah nanti dapat dijual dengan margin 2 x lipat daripada dijual mentah.

Sambutan dilanjut dengan materi prkatek pembuatan Tortila. Nur Kakim yang merupakan Waka bidang Pemasaran di Asosiasi UMKM Bojonegoro sekaligus produsen keripik Tortila ini, menjelaskan secara singkat apa dan bagaimana pembuatan Tortila ini. Bahan-bahan yang harus disiapkan dan juga proses yang harus diperhatikan agar hasil keripiknya nanti enak dan renyah.

Selesai penjelasan , peserta pelatihan langsung dilibatkan dalam praktik pembuatan Tortila.  Mulai dari prose penghancuran, penggilingan, dan penggorengan. Semua peserta nampak antusias mengikuti pelatihan ini. Terbukti bukan hanya peserta perempuan yang maju ke depan untuk ikut praktek, tapi juga peserta laki-laki pun tak mau kalah ingin mencoba. Dan karna proses pembuatan yang mudah dan  rasanya juga enak, membuat peserta tambah semangat.

Kurang lebih 2 jam pelatihan ini selesai. Masing-masing peserta nampak senang dan puas dengan ilmu yang di dapat hari ini. Dalam sambutan penutupnya , ketua Karang Taruna menyampaikan bahwa ingin langsung membuat kelompok usaha dengan memproduksi snack dari Tortila ini. Niat ini sudah lama muncul, tapi waktu itu belum ada ide untuk membuat usaha apa. Selain masih bingung menetapkan pilihan usaha, dari Anggota sendiri juga belum siap untuk SDMnya, begitu tuturnya.

Menanggapi ini, ketua Asosiasi memberi apresiasi yang luar biasa untuk semangat Karang Taruna Widya Muda. Menurutnya, memulai usaha itu mudah, yang penting dijalani dulu. Segera membuat team untuk manajemen, baik pengadaan, produksi dan pemasaran. Diharapkan juga u tuk team yang terbentuk nanti harus solid dan konsisten, agar usaha bisa berjalan dan berkembang.  Asosiasi UMKM Bojonegoro juga akan selalu terbuka menjadi tempat sharing sehingga sama-sama belajar dan bertukar pengalaman. (NES/red)


Dibawah ini merupakan beberapa dokumentasi kegiatan saat pelatihan








Umkm kecamatan Sugihwaras siap sajikan produk unggulan kecamatan

Umkm kecamatan Sugihwaras siap sajikan produk unggulan kecamatan

Maret 05, 2017 0
Asosiasi UMKM Bojinegoro kini semakin solit. Dengan tujuan yang sana berusaha untuk memberikan yang terbaik demi terwujudnya kesejahteraan anggota dan membantu memperkenalkan produk unggulan.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak terutama Pemwrinra Kabupaten Bojonegoro, kini asisiasi UMKM Bojinegoro mulai memperkokoh langkah denganmembwntuk koordinator di Kecanatan masing-masing.

Hal ini terkait akan diadakan pembukaan gedung pamer Oemerintah Kabupaten Bojonegoro yang direncanakan pasa bulan Maret 2017 ini.
langkah koordinator kecamatan asalah mendata oroduk ubggulan yang ada di masing-masing kecamatan yang nantinya produk unggulan tersebut dapat dipromosukan di gedung pamer tersebut.
antusian para pengrajin kecamatan sangat luar biasa. Mereka mendukung penuh dan berperan aktif dalam kegiatan ini.




Seperti halnya kecamatan Sugihwaras. Kecamatan yang terletak di sebelah selatan kabuparen Bojonegoro ini juga mengambil bagian dalam ajang ini.
Beberapa karya dari kecanatan brasal dari limbah daur ulang terpajang unik dan menarik di sana.

Sentuhan kreatifitas yang masih murni terligat sari hasil karya yang ditampilkan dari olahan tersebut.
beberapa produk yang kemarin susah terkirim ke galeri pamer dari Kecamatan sugihwaras adalah hasil kreatifitas bunga dengan bahan kresek, bunga dari bahan kulit jagung kering, juga tas dari gelas plastik bekas minuman. Tak ketinggalan tas rajut yang unik dan menarik berhasil diproduksi dari kecamatan ini.

Hal serupa juga dilakukan oleh kecamatan lain yang juga bersiap untyk mengisi gedung pamer tersebut.

sinergi asosiasi UMKM Bojonegoro Semoga dapat membuatUMKM semakin solit dan lebih berkreasi sehingga menghasilkan produk yang luar biasa dan layak berdaya saing.

Pembagian ID Card Anggota Gelombang I

Maret 01, 2017 0


Sudah beberapa kali Asosiasi UMKM Bojonegoro menggelar pertemuan rutin tiap bulannya, karna ini memang termasuk program kerja Asosiasi.  Kali ini pertemuan rutin bertempat di aula Dikopinda yang berada di kawasan seputar kota. Selain karna tempatnya mudah dijangkau , juga ruangan aula yang lumayan luas sehingga bisa mengadakan kegiatan dengan leluasa.

Dalam pertemuan kali ini selain membahas beberapa hal terkait kegiatan dan sinergitas dengan beberapa pihak, juga di adakan sebuah agenda yang sudah di tunggu-tunggu oleh anggota. Bahkan agenda ini sangat diharapkan oleh anggota agar mereka lebih semangat dan punya kejelasan tentang legalitasnya.

Agenda yang ditunggu  tersebut tak lain adalah pembagian ID Card Anggota. Memang sejak berdiri 24 Mei 2016 yang lalu , keanggotaan masih terbuka tanpa ada syarat dan kriteria kusus. Jadi semua yang masuk dalam UMKM bisa langsung bergabung.

Namun setelah legalitas organisasi, tepatnya bulan September, Asosiasi memberlakukan syarat dan ketentuan anggota sesuai yang tertuang dalam ADART. Diantaranya , anggota adalah warga negara Indonesia, berKTP Bojonegoro, berdomisili di Bojonegoro maximal 3 tahun dan orang yang ber-KTP Bojonegoro tapi berada di luar kota Bojonegoro.

Pada kesempatan ini tidak semua anggota mendapatkan ID card tersebut. ID card ini baru bisa diperoleh anggota yang mendaftar pada gelombang pertama. Sekitar 35 Id card yang sudah tercetak dan di bagikan. "Mohon kesabarannya karna ID card ini kita cetak secara massal dan urut sesuai pendaftaran, maka untuk anggota yang belum mendapatkan hari ini, akan menunggu gelombang kedua," begitu penjelasan Nofi Eka Suryani selaku ketua.

Seusai acara pokok, maka satu persatu ID card dibagikan pada Anggota. Dalam Id card tersebut tercantum antaralain logo Asosiasi UMKM Bojonegoro, identitas anggota yang meliputi nama, nomor induk keanggotaan, dan alamat. Hal lainnya yang tercantum adalah masa berlaku dan tanda tangan ketua beserta sekretaris lengkap dengan stempel.

Selanjutnya untuk gelombang II , akan segera diproses dan dibagikan ke anggota. Harapannya nanti , selain sebagai bukti bahwa Anggota telah legal juga lebih terorganisir. Sehingga memudahkan pendataan dalam setiap kegiatan yang Asosiasi UMKM Bojonegoro lakukan baik untuk kegiatan internal maupun eksternal. (NES/red)