House of Aishuko (all about rajutan, Aksesoris rajut dan dompet Kulit)

Desember 27, 2016

Hari ini Team IT UMKM Bojonegoro mengunjungi usaha rajutan dan aksesoris rajut dari salah satu pengurus UMKM Bojonegoro yang memiliki nama lengkap Sri Suko Pujilestari yang lebih dikenal dengan nama Puji yang berdomisili di RT 02, RW 01, Desa Kendung, Kecamatan Padangan. Usahanya ini berawal dari hobi merajut yang kemudian di upload di Facebook dan mendapat respon positif dari teman-temannya yang kemudian memesan hasil rajutan buatannya.  Menurut penuturan Puji, customer pertamanya berasal dari Madura yang memesan tas rajut yang dikombinasikan dengan beads sehingga apabila diterpa cahaya akan memantulkan cahaya. Selain dari Madura, customernya berasal dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bojonegoro, Mojokerto, Madiun, Bojonegoro, Bandung, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan ada juga yang dari negera sebelah yaitu Timor Leste. Sebagian besar customernya memesan tas namun ada juga yang pesan baju, taplak, topi, sepatu, tutup galon, tempat botol minum, tempat HP, dan syal. Bahan-bahan yang digunakan untuk produksinya pun bermacam-macam tergantung kebutuhan customer, misalnya untuk membuat tas memakai benang nilon yang cenderung lebih kuat dan benangnya mengkilap, untuk membuat baju memakai benang rayon karena benangnya halus, dingin, dan ringan.

Seiring berjalannya waktu, usahanya pun mulai melebarkan sayap, menurut penuturan mahasiswi di salah satu kampus negeri di Surabaya selain menerima pesanan rajut juga menerima jasa furing tas rajut dengan di bantu seorang temannya yang menjadi penjahit. Hal ini dikarenakan seringkali perajut itu bisa merajut namun mereka (baca : perajut) belum tentu bisa memasang furing pada tas rajut. Jasa furing tas pun mendapat respon yang positif sama seperti usahanya rajut sampai kuwalahan, apalagi usaha rajut dan jasa furing tas itu sebanarnya usaha sambilan saja. Walaupun begitu, gadis yang murah senyum ini berusaha profesional mungkin dalam membangun usaha rajutannya dan memperdalam ilmunya all about handmade. Jadi selain merajut, owner dari House of Aishuko juga belajar mengenai knitting. Apa bedanya rajut (baca : crochet) dengan knitting?. Perbedaan dari rajut dan knitting adalah jika rajut menggunakan satu jarum, namun kniiting menggunakan dua jarum. Tidak hanya itu saja, knitting lebih hemat benang, dan hasilnya pun lebih ringan karena hemat benang (apabila dibandingkan antara membuat tempat HP yang ukurannya sama dan motifnya hampir sama dengan teknik rajut dan kntiting, maka teknik knitting lebih hemat benang karena lebih hemat benang tentu lebih ringan juga). Hasil karya knittingnya yang sudah berhasil dibuat adalah syal dan lace. Dibawah ini adalah hasil karya knitting dari mbak Puji: 

Syal di atas ini menghabiskan 2 gulung benang, syal ini sebenarnya sederhana sekali karena hanya mengkombinasikan purl, dan yarn over saja (teknik dalam knitting) dan ini merupakan karya pertama dari owner hous of Aishuko yang kemudian di beli oleh pengusaha kapal yang berdomisili di Surabaya.


Tidak berhenti sampai di situ saja, mbak Puji sapaan akrabnya ini juga terus menginovasi dan melihat peluang-peluang yang ada. 
“ Iya, saya terus belajar dan melihat peluang-peluang yang ada, karena memang saat itu saya mengalami masalah finansial untuk biaya kuliah pasca sarjana saja. Jujur saja gaji sebagai guru tidak cukup untuk membayar biaya kuliah dan biaya hidup saya di Surabaya. Saya harus berjuang dan mengerahkan kemampuan saya. Kemudian saya mulai memproduksi item-item rajut (baca : aksesoris rajut) seperti handle tas, alas tas, inner dompet, furing tas. Handle tas pun ada bermacam-macam seperti handle slempang biasa (tidak dijahit), handle slempang jahit, slempang ransel, handle totebag biasa, handle totebag sumbu, handle bahu sumbu, dan lain-lain” kata mbak Puji.
1. Inner WHPO Kulit
Gambar diatas adalah salah satu produk House of Aishuko yang bernama inner WHPO. WHPO ini terbuat dari kulit imitasi dengan jahitan yang rapi, terdiri dari beberapa slot, ada tempat kartunya, ada tempat koinnya juga. Ukuran WHPO ini ada dua yaitu medium dan maxy. Cara menggunakannya dengan merajut sesuai ukuran WHPO kemudian dijahit dengan jarum. Nah WHPO rajut siap dipakai.

Selain itu house of Aishuko juga menyediakan inner WHPO dari kain namun bukan sembarang kain. Ada dua jenis kain, yang pertama kain yang halus, mengkilap, anti air. Ada 4 varians warnanya yaitu marun, hot pink, ungu, dan tosca. Selain itu ada juga dari kain sekilas mirip dengan kain kanvas. Ada 8 varians warna yaitu merah, pink, biru, hijau, krem, coklat, orange, dan hitam. Ukurannya WHPOnya  pun ada dua jenis yaitu medium dan maxy.
2. Tali Dompet
Tali dompet ini terbuat dari kulit yang berkualitas tinggi, tekstur dari kulit ini tebal, halus, mengkilap, dan tidak mudah mengelupas. Ada 16 varians warna tali dompet yang diproduksi oleh House of Aishuko. Cara menggunakannya dengan mengkaitkan tali dompet. Nah dompet bisa langsung di tenteng dengan tali dompet.
3. Alas Tas dan Tali Slempang
Alas tas ini terbuat dari kulit yang berkualitas tinggi, tekstur dari kulit ini tebal, halus, mengkilap, tidak mudah mengelupas dan dibawahnya ada aksesoris untuk memperindah tas rajut. Ada 16 varians warna  mulai dari merah, pink, fanta, marun, hijau, tosca, biru, biru dongker, ungu muda, ungu tua, krem, coklat muda, coklat tua, orange, abu-abu, dan kuning. Cara menggunakan alas tas rajut tinggal merajut pada lubang-lubang yang sudah disediakan.

Tali Tas slempang tanpa dijahit dengan lebar 3 cm dan panjang kurang lebih 130 cm, Varians warnanya ada 16 warna sesuai dengan alas tas. Tujuannya supaya alas tas dan tali slempangnya bisa senada warnanya. Cara menggunakannya ada 4 keling, 2 kulit kecil yang sudah dilubangi, kulit kecil ditempekan pada bagian badan tas kemudian dipasang kelingnya sampai dirasa kelingnya tidak lepas lagi. 
4. Tali Ransel
Tali ransel ini terbuat dari kulit yang berkualitas tinggi, tekstur dari kulit ini tebal, halus, mengkilap, dan tidak mudah. Ada 16 varians warna  mulai dari merah, pink, fanta, marun, hijau, tosca, biru, biru dongker, ungu muda, ungu tua, krem, coklat muda, coklat tua, orange, abu-abu, dan kuning. Cara menggunakan tinggal dijahit pada ujungnya karena sudah disediakan lubang-lubang kecil untuk mempermudah jahitan.
5. Tali Sumbu
Tali Sumbu terbuat dari kulit yang berkualitas tinggi, tekstur dari kulit ini tebal, halus, mengkilap, dan tidak mudah. Ada 16 varians warna  mulai dari merah, pink, fanta, marun, hijau, tosca, biru, biru dongker, ungu muda, ungu tua, krem, coklat muda, coklat tua, orange, abu-abu, dan kuning. Tali sumbu ini terdiri dari dua macam yaitu sumbu totebag dan sumbu bahu. Cara menggunakannya, tinggal dijahit pada lubang-lubang kecil yang sudah disediakan.





6. Tali Slempang Jahit
Tali slempang jahit terbuat dari kulit yang berkualitas tinggi, tekstur dari kulit ini tebal, halus, mengkilap, dan tidak mudah. Ada 16 varians warna  mulai dari merah, pink, fanta, marun, hijau, tosca, biru, biru dongker, ungu muda, ungu tua, krem, coklat muda, coklat tua, orange, abu-abu, dan kuning. Cara menggunakannya tinggal dijahit ujung kulit kecil yang sudah ada lubang-lubangnya. Lebih disarankan memakai benang nilon.

Selain itu, house of Aishuko juga memproduksi dompet siap pakai, dan tas siap pakai namun belum produksi massal sebatas teman-teman saja karena masih trial and error khususnya dompetnya. Namun untuk tas sudah selusin yang dilempar ke pasar. 
1. Tas Ransel Kekinian 
Tas ini terbuat dari kain kanvas dengan aneka motif gambar-gambar yang lucu, kulit sintetis, dan kain sponbond untuk lapisan dalaman tas. 
2. Clutch Bag dan Dompet Kecil

Dompet ini sebenarnya menjawab keinginan customer dari House of Aishuko yang tidak menyukai produk rajutan namun menyukai hasil produk dari HoA (House of Aishuko). Namun sayangnya produk ini masih trial and error karena ukurannya tempat kartu-kartunya kekecilan jadi kurang efektif. Kedepannya akan ada perbaikan dan inovasi produk.

House of Aishuko ini memiliki 10 team terdiri dari 1 orang leader yaitu owner House of Aishuko, 3 orang pemotong kain, 2 orang pemotong kulit, 4 orang penjahit. Saat tim IT UMKM Bojonegoro menanyakan arti dari Aishuko kepada mbak Puji. Beliau menjelaskan arti dari Aishuko adalah AI dari bahasa Jepang yang berarti cinta, dan Shuko dari bahasa Jawa yang berarti suka dan Shuko ini merupakan nama dari owner of Aishuko. Harapannya produk dari HoA ini disuka dan dicinta oleh customernya. Selain menyediakan produk, House of Aishuko juga menerima undangan untuk berbagi ilmu merajut juga.

Saat Tim IT UMKM Bojonegoro menanyakan kesulitan, hambatan dan peluang  saat mengembangkan usahanya ini. Begini jawabannya dari owner yang ramah dan murah senyum.
“ Gimana yaa, sulit pastinya apalagi disini saya sebagai leader mulai dari kulakan, Kualitas produk, penggajian, strategi penjualan, penjualan, sampai saat deal-deal dan kerja sama dengan pihak tertentu, bagaimana memberikan penawaran yang saling menguntungkan, belum lagi complain dari customer, kadang-kadang juga sempat hampir tertipu dengan klien karena mungkin klien saya menganggap saya hanya wanita jadi mempersulit proses pembayaran tapi beruntung saya dibantu oleh owner pengusaha kapal tongkang yang merupakan wanita wonder woman, berkat bantuan beliau akhirnya pembayarannya clear and finish. Ini menjadi pembelajarannya yang sangat berarti buat saya untuk lebih waspada kedepannya. Untuk peluang sebenarnya banyak sekali tawaran untuk memproduksi tas rajut buat asuransi Squash life, pesanan tas dari staf ahli anggota DPR, dan tawaran membuat tas batik Bojonegoro. tapi saya tidak serta merta menerima tawaran itu karena melihat kemampuan dari tim saya dan kemampuan saya menghandle semua dari hulu dan hilir produksi, menjadi quality control apalagi saat ini saya juga semester terakhir kuliah saya. Jadi musti pintar bagi-bagi waktu, itu yang sulit tapi InsyaAllah saya akan berusaha untuk terus menginovasi dan up and up tapi tetap down to the earth “.

Bagi teman-teman yang penasaran dan ingin melihat produk-produk House of Aishuko bisa mem-follow Instgram mbak Puji yaitu Pujilestarisrisuko dan meng-add Facebook nya Ssuko Pujilestari.



Produk Lainnya

Tarif Pajak

TarifPajak.com -

Situs Jual Beli Online Terbesar di Bojonegoro, Jual mobil, motor bekas perumahan tanah sampai batik bojonegoro.

3 comments

Write comments
6 Juni 2017 06.55 delete

kalo mau beli alas tasnya dimana?

Reply
avatar
7 Maret 2018 10.50 delete

Klo mau beli bagaimana caranya?

Reply
avatar
7 Maret 2018 10.50 delete

Klo mau beli bagaimana caranya?

Reply
avatar