Kamis, 15 Desember 2016

Histori kripik Usus "MAK WID"

Mak wid, merk dagang sekaligus nama panggilan sehari hari, 
memproduksi keripik usus  sejak tahun 2011. Semula ia tak mengerti sama sekali bagaimana cara pembuatan keripik usus . Satu tahun pertama usahanya, makwid yang kerap disapa ini belum sempurna benar membuat keripik. Produk keripik bikinannya masih serupa gorengan biasa dan kemasan biasa, belum seperti keripik kebanyakan. Meskipun begitu Makwid tetap memasarkan produk buatannya,di tetangga dan di keliling ke desa desa tetangga di bawa suaminya sambil jualan keliling sosis.

Berjalannya wakttu makwid dan suami memberanikan menitipkan keripik usus dan ke warung-warung kecil di sekitar tempat tinggalnya.
Makwid juga membawa produknya di  pertemuan-pertemuan dengan temannya seperti saat mengantar sekolah anaknya . Makwid baru benar-benar bisa membuat keripik buatanya menjadi krispi satu tahun kemudian. Pencerahan itu didapat ketika Winah membawa produk buatanya dalam sebuah pertemuan kelompok swadaya masyarakat.  Di dalam pertemuan tersebut ada pelatihan bagaimana cara membuat keripik agar menjadi krispi.
Bagi Mak Wid memproduksi keripik usus membutuhkan modal besar karena bahan baku usus memang tidak murah. Modal awal untuk memproduksi keripik usus didapatkan Mak wid dari teman teman di pasar tradisional yg sudah percya terhadapnya untuk bisa di bayar satu bulan sekali. Mak wid berfokus di kripik usus ini karna pilihannya memproduksi keripik usus  karena jarangnya produsen yang mengolah keripik usus ini.
Ia pertama kali menjual keripik yang dibungkus kemasan plastik kecil dengan harga 500 rupiah / bungkusnya. Tak lama kemudian bahan baku utama ternyata mengalami kenaikan harga. Jika tetap dijual dengan harga 500 rupiah, usaha makWid akan merugi. Maka ia memutuskan untu membuat kemasan agak besar sedikit dengan harga 1000 dan 1500 , dengan diimbangi isi yang makin banyak dan pembungkus yang lebih tebal.
Ketika bahan baku naik lagi, keripiknya dijual dengan harga 10.000, dengan diimbangi isi yang lebih banyak dan kemasan yang menggunakan alumunium foil. Kemasan alumunium foil tersebut juga membuat produk Mak Wid laku di toko-toko sentra oleh-oleh. Strategi mengemas ulang produk,   menambah kuantitas, dan menaikkan harga jual dilakukan agar usahanya tidak merugi dan gulung tikar.
Selain dipasarkan di toko oleh-oleh, Mak wid juga memasarkan produknya lewat distributor dan media sosial. Sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  di perjlanan  ushanya kurang lebih tujuh tahun ini MakWid juga berinovasi membuat olahan olahan lain, dan memanfaatkan jaringan pasar yang ada di UMKM, sekarang merambah di olahan membuat molen kacang ( MOKA ) dan juga macam  macam ABON dan kripik Gethuk, mungkin di ain kesempatan akan saya perjelas lagi soal inovasi produk olahan makwid yang lain,

nama MAKWID yang sekaligus  di buat merek dagang,berharap menjadi brand di kalangan msyarakat luas khususnya masyarakat bojonegoro,

  menjadi wirausaha kita  jangan dulu mengharap usaha akan sukses jika belum pernah mencoba. Jangan juga demi keuntungan berlipat, wirausaha mengurangi bumbu atau kualitas produk. Tetap pertahankan kualitas produk yang sudah susah payah kita bangun untuk menjadi wirausaha sejati. Bagi sobat yang ingin belajar tanya tanya atau mau pesen prodak Mak Wid bisa menghubungi MAKWID dengan nope : 085230220617





EmoticonEmoticon