Sosialisasi label halal oleh MUI Jatim

Desember 29, 2016

Belakangan ini marak sekali makanan yang dijual dipasaran yang kurang memenuhi prosedur kesehatan dan halal. Masih banyak pelaku usaha yang dengan seenaknya dan sengaja mencampur bahan - bahan yang tidak di perbolehkan diantaranya seperti borak dan pormalin.

Mereka beranggapan ini bisa menguntungkan mereka secara finansial dan juga menjaga tekstur produk mereka. Tapi mereka lupa kalau hal itu bisa merugikan kesehatan orang lain.

Untuk itu pada kesempatan hari ini, kamis, 29 Desember 2016, MUI mengadakan sosialisasi label halal untuk UMKM. Bertempat di aula FKUB di jalan Trunojoyo, sosialisasi yang juga dihadiri oleh beberapa dinas terkait di antaranya Disperindag, Dinkes dan Dinas peternakan, berlangsung hingga jam 12.30 waktu setempat.



Dalam sambutannya, bapak Lukman selaku ketua MUI Bojonegoro, Drs KH. Djauhari Hasan, menyampaikan harapannya agar nanti pengurusan label halal bisa dipermudah dan prosesnya cepat. Selain itu beliau juga berharap agar semua UMKM bisa mendapat label halal.

Sementara itu dari pelaku UMKM ternyata masih banyak yang belum mengurus label halal. Besarnya biaya yang di dengar dari masyarakat menyurutkan niat mereka untuk melengkapi prodaknya dengan label halal. Ditambah lagi ada sebagian besar mengeluh karna proses turun sertifikat halal ini sangatlah lama , bahkan ada yang satu tahun lebih.

Menanggapi itu pihak MUI Jatim menanggapinya dengan bijak dan memberi penjelasan yang sejelas-jelasnya terkait kepengurusan label halal ini. Beliau mengatakan sebenarnya tidak sesulit itu untuk mendapat label halal ini. UMKM bisa mendapatkannya secara gratis lewat beberapa dinas yang sudah bekerjasama dengan MUI , diantaranya Disperindag dan Dinkes. Di kedua dinas tersebut, asalkan UMKM sudah ada PIRT, maka UMKM hanya perlu pengajuan data, selanjutnya menunggu konfirmasi dari Dinas. Tapi program ini tidak rutin ada setiap bulan. Hanya waktu tertentu, dan itupun tak banyak yang bisa di ikutkan. Seperti taun kemaren hanya 5 orang saja yang bisa di ajukan untuk label halal.




Muhajir, salah seorang peserta meminta kejelasan tentang prosedur memperoleh label halal.

Kabar gembira yang disampaikan MUI Jatim adalah bahwasanya mulai tahun 2019, masa berlaku label halal akan diperpanjang. Dari hanya 2 tahun menjadi 4 tahun . Dan sekarang ini pengakuan label halal bisa lebih mudah karna pendaftaran bisa dilakukan secara online. Jadi UMKM yang ingin mendapat label halal tidak perlu jauh-jauh mengurus ke propinsi, cukup online. Selain menghemat waktu dan tenaga, sistem pun dibuat semudah mungkin sehingga diharapkan prosesnya bisa cepat. (NES)




Produk Lainnya

Tarif Pajak

TarifPajak.com -

Situs Jual Beli Online Terbesar di Bojonegoro, Jual mobil, motor bekas perumahan tanah sampai batik bojonegoro.