Senin, 02 Januari 2017

analisis peternak



Untung Dan Rugi Sistem Ternak Sapi Bagi Hasil



•    Pendahuluan

Sudah Menjadi Takdir Manusia Terlahir Ke Dunia Tanpa Di Bekali Harta Apapun.Selanjutnya Dalam Perjalanan Kehidupannya Dia Harus Berusaha Memenuhi Semua Kebutuhan Hidup Untuk Menyambung Hidup Sendiri Dan Keluarganya.Dengan Berbagai Panca Indera Yang Di Berikan Oleh Sang Pencipta Manusia Menjadi Mahluk Yang Mempunyai Kemampuan Bertahan   Hidup Yang Lebih Baik Di Bandingkan Dengan Mahluk Lainnya.

Salah Satu Kemampuan Untuk Bertahan Hidup Adalah Kemampuan Untuk Berusaha,Yang Akan Menjadi Tema Bahasan Tulisan Ini.

•    Latar Belakang

Sistem Dan Teknik Beternak Yang Modern Sudah Berkembang Dengan Pesat Seiring Dengan Jumlah Pertumbuhan Populasi Manusia.Dengan Lahan Tanah Yang Semakin Sempit Manusia Di Paksa Untuk Mencari Cara Untuk Bertahan Hidup. Menerapkan Sistem Intensifikasi Lahan Adalah Salah Satu Sistem Yang Sangat Mungkin Di Lakukan Untuk Efisiensi Lahan Sempit.Artinya Tanpa Harus Menambah Lahan Harus Mendapatkan Hasil Yang Berlimpah.

Suatu Sistem Yang Di Hasilkan Dari Hasil  Riset Dan Experiment Yang Berkelanjutan Yang Akhirnya Memberikan Solusi Bagi Pencukupan Kebutuhan Manusia Seiring Populasinya Yang  Tidak Terbendung Lagi.Akan Tetapi Ada Banyak Hal Dalam Sistem Intensifikasi Ini Yang Gagal Dan Berakibat Pada Kerugian.

Sistem Ternak Modern Adalah Sistem Intensifikasi Yang Apabila Di Terapkan Dengan Baik Akan Berdampak Positif Bagi Peternak.Ketidak Mampuan Semua Pelaku Ternak Terkait Permodalan Dan Kapasitas Keilmuan  Untuk Beternak Modern Adalah Salah Satu Alasan Mendasar Untuk Mencurahkan sedikit Pengalaman Ke Dalam Tulisan Ini.

•    Analisis Ternak Dari Warung Kopi.

Untuk Mengusir Kepenatan Kerja Seharian Orang Desa Biasanya Di Malam Hari Berkumpul Di Warung Kopi,Di Samping Sebagai Ajang Untuk Bertukar Informasi Di Warkop Ini Juga Di Jadikan Sebagai Ajang Untuk Bersosialisasi Dengan Masyarakat Yang Lain.

Seorang Ternak Sapi Akan Berbicara Terkait Kemana Besuk Mencari Rumput Atau Limbah Jerami Untuk Pakan Sapinya.
Semua Perbincangan Mengalir Santai Dan Guyub,Perbincangan Ala Orang Desa.Ada Sebuah Kisah Yang Menarik Yang Patut Kita Renungkan,Sebelum Selanjutnya Berpikir Tentang Solusi .

Sistem Ternak Sapi Bagi Hasil,Biasanya Sistem Ini Banyak Terjadi Di Pedesaan, Yang Mana Orang Yang Punya Modal Membelikan Anakan Sapi Jantan Untuk Di Besarkan Oleh Orang Desa Dengan Sistem Bagi Hasil 50% - 50% .Biasanya Sapi Akan Di Jual Setelah Di Rawat Selama Minimal Satu Tahun.

Biasanya Pada Saat Idul Fitri Si Pemodal Memberikan Bingkisan Kepada Perawat Sapi Berbentuk Kain Sarung Dengan Kisaran Nilai Rp 50,000. Sebagai Ikatan Kekelurgaan Dan Jalinan  Kerjasama.Sebenarnya Secara Hitung- Hitungan Keuntungan Dari Penggemukan Sapi Ini Tidak Terlalu Besar Bagi Si Pemodal, Bahkan Cenderung Rugi Bagi Si Perawat Sapi

.Hitung- Hitungannya Seperti Ini,Dari Beberapa Wawancara  Di Tahun 2015  :
Harga Anakan Sapi Jantan Kisaran Rp 8.000.000,Setelah Di Rawat Selama 12 Bulan Sapi Laku Terjual Rp 11.000.000.

Keuntungan 11.000.000 – 8.000.000 =3.000.000 Setelah Di Bagi Antara Pemodal Dan Perawat 50%- 50% Hasilnya Masing – Masing Orang Mendapat Untung Rp 1.500.000.Itu Hitungan Selama Satu Tahun.Proses Ini Sudah Wajar Di Jalani Di Pedesaan.Sekilas Wajar – Wajar Saja ,Tetapi Kalau Kita Hitung Lagi Secara Detail Maka Si Perawat Sapi Tidak Mendapat Untung Sama Sekali.Hitungannya Seperti Ini :

1.500.000 : 12 Bulan= 150.000(Hasil Perbulan Rp 150.000 )
150.000 : 30 Hari = 5000 ( Hasil Perhari Rp 5000 ) Untuk Setiap Ekor Sapi Perawat Sapi Mendapat Untung Rp 5000 Perhari,Akan Tetapi Ada Beberapa Pengeluaran Yang Tidak Di Hitung Oleh Si Perawat Sapi.

1)    Biaya Dedak Comboran ( Minum Sapi ) yang di beli dengan uang sendiri.
 Sehari Paling Minum 2 Kg Dikalikan Harga Dedak Kisaran Rp 1.500.Atau 2 X 1500= 3000 Plus Garam Rp 500 Sehari= 3.500
2)    Biaya Transportasi,Untuk Mencari Limbah Padi ( Jerami ) Kebanyakan Mereka Bawa Motor Ke Sawah Tetangga Desa Dengan Jarak Bervariasi.Taruhlah Setiap Hari Pengeluaran Minim Untuk Membeli BBM Setiap Hari Setengah Liter BBM Atau Rp 4000 Atau Kalau Kita Rata- Rata Dengan Jarak Dekat Dan Jauh Biaya BBM Kisaran Rp 3000.

Jadi Pengeluaran Setiap Hari Kisaran Rp 6.500,Sedangkan Hitungan Untung  Harian  Tadi Adalah Rp 5000 Per Hari.Bisa Kita Bayangkan Sebenarnya Perawat Sapi Ini Sebenarnya Tidak Untung Sama Sekali Bahkan Cenderung Rugi,Total Kerugiannya Adalah 6.500 – 5000 =1500 X 30 Hari= 45.000 X 12 Bulan = 540.000 Pertahun.Jadi Kerugian Dari Si Perawat Sapi Adalah Rp 540.000 Per Tahun.

Salah Satu Alasan Mereka Tetap Bertahan Untuk Merawat Sapi Bagi Hasil Adalah Sebagai Kerja Sampingan Di Sela – Sela Menggarap Sawah Atau Berkebun Dan Memanfaatkan Limbah Pertanian.

Belum Lagi Kalau Di Hitung Dengan Berapa Lama Waktu Dan Tenaga Yang Di Pergunakan Untuk Mencari Limbah Padi Yang Menghabiskan Waktu Kisaran  3 Jam Bahkan Jikalau Mereka Punya Sapi Rawatan 2 Ekor  Untuk Mencari Pakan Ini Membutuhkan Waktu Hampir Setengah Hari.

Waktu Setengah Hari Inilah Yang Terbuang Dengan Sia – Sia Selama 1 Tahun,Bagi Seorang Pekerja Waktu Adalah Sangat Berarti.Dapat Kita Bayangkan Setengah Hari Jam Kerja ,Pedagang Di Pasar Tradisional Saja Bekerja Di Pasar  Tidak  Sampai  Setengah Hari,Dan Sudah Cukup Untuk Memenuhi Kebutuhan Keluarga.

Inilah Salah Satu Factor Yang Menyebabkan Tingkat Perekonomian Sebagian Masyarakat Desa Tidak Dapat Berkembang Dengan Baik.Tradisi Merawat  Sapi Milik Pemodal Ini Sudah Berlangsung Bertahun – Tahun ,dan di jalani dengan senang hati.

bagi mereka yang sudah terbiasa dengan semua ini mungkin hal ini bukanlah masalah,tapi bagi yang berjiwa ekonomi maka apa yang di jalani pternak sapi bagi hasil ini adalah masalah besar,bagaimana tidak masalah kerja satu tahun tidak dapat hasil apa – apa bahkan secara hitungan rugi,rugi waktu,tenaga , pikiran,dan materi.

Pada Saat Mereka Tahu Hitungan Ini Mereka Juga Tidak Kaget,Dan Cenderung Mengeluarkan Sifat Nriman ( Pasrah ).Sifat Inilah Yang Membut Mereka Kuat Bertahan.Bahkan Ada Yang Berdalih Di Niatkan Saja Untuk Merawat  Mahluknya Tuhan,Jadi Walau Tidak Dapat Hasil Secara Materi Kita Dapat Pahala.

Mungkin Dengan Jalan dan pemikiran  Ini Pula Tuhan Memberikan Mereka Riski Dengan Jalan Lain Yang Tidak Kita Ketahui Dari Mana Asalnya.
Bagi Pemodal Dia Tetap Untung ,Walaupun Keuntungannya Kecil Di Bandingkan Apabila Uang Tersebut Di Investasikan Pada Bidang Yang Lain.

Tidak Bermaksud Merendahkan Profesi Perawat  Sapi Dengan Sistem Bagi Hasil,Akan Tetapi Paling Tidak Dengan Uraian Ini Mampu Membuka Wacana Kita Semua,Sehingga Profesi Apapun Yang Kita Jalankan Benar – Benar Termanajemen Dengan Baik dan  Memperoleh Hasil Yang Maksimal.



                                                     kalitidu  1 januari 2017.  by kang  Hajir.




EmoticonEmoticon