Rabu, 04 Januari 2017

Waspadai Modus Penipuan Berkedok Perusahaan Besar

Saat ini kecanggihan tekhnologi memang sangat membantu dalam berbagai bidang kehidupan. Adanya peralatan mutakhir seperti laptop , gadget dan Google sangat membantu untuk mendapatkan informasi , mengakses sesuatu dan mempermudah pekerjaan kita. Sehingga banyak orang yang memanfaatkan kecanggihan tekhnologi ini. Begitupun para pelaku UMKM.

Banyak UMKM yang memasarkan produknya lewat online, seperti kerajinan, ternak, makanan, fashion bahkan jasa. Karna kecanggihan teknologi ini memang dirasakan begitu besar manfaatnya untuk percepatan pemasaran prodak mereka. Biasanya UMKM ini menggunakan Facebook, Instagram, Twitter , BBM dan WhatsApp sebagai sarana promosi .

Tapi taukah kita bahwa berjualan secara online juga ada resiko yang ditimbulkan? Apa itu? ..... Bermacam-macam macam tentunya. Mulai dari kondisi barang yang tidak sesuai antara gambar dan fisik, proses transaksi yang tidak berjalan lancar, uang sudah dikirim tapi barang tidak sampai, bahkan ada pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan perusahaan besar untuk penipuan dengan modus pesan barang.

Salah satu resiko inilah yang di alami oleh Nofi Eka Suryani, owner dari Tongkat Peri Craft yang usahanya bergerak di bidang jasa pembuatan mahar, hantaran, souvenir , aneka kerajinan dan pelatihan. Sudah di hati-hati , tapi tanpa di sadari, masuk dalam perangkap komplotan penipuan. Dengan berkedok sebagai divisi purchasing di sebuah perusahaan besar yang bergerak di pertambangan batu bara, di Kalimantan, orang yang mengaku bernama Faisal ini akan order hantaran sebanyak 170 buah untuk para rekanan dalam rapat umum pemegang saham di perusahaanya bulan Mei nanti.

Bermula dari penawaran tertanggal 31 Desember 2016, Faisal menghubungi Nofi Eka untuk menjelaskan maksud dan tujuannya. Menurutnya perusahaan tempatnya bekerja yaitu PT Arutmin Indonesia, yang bergerak di pertambangan batu bara, bulan Mei akan mengadakan RUPS (rapat umum pemegang saham). Menurut keterangan Faisal juga, keberadaan Tongkat Peri Craft dia dapatkan dari putranya di Bojonegoro yang bekerja di Pertamina.




Kemudian terjadilah komunikasi berlanjut untuk membahas pemesanan hantaran tersebut. Langkah awal yang dilakukan oleh Nofi Eka adalah dengan browsing di internet. Mencari tau keberadaan PT Arutmin Indonesia dan bapak Faisal. Dalam sebuah website disana dijelaskan bahwa PT Arutmin Indonesia berkantor pusat di Jakarta dan mempunyai cabang di Kalimantan Selatan, dengan alamat yang sama persis disebut oleh Faisal. Sehingga ini memperkuat keyakinan Nofi Eka untuk menerima penawaran tersebut. Betapa senangnya, bayangkan saja, dari 170 hantaran tersebut masing-masing kotak bernilai Rp 750.000.




Gayung pun bersambut. Setelah ada kesepakatan kerjasama yang dikirim melalui email, dengan menyertakan KTP dan NPWP Nofi Eka sebagai pihak penyedia barang , dan satu KTP sebagai pihak saksi, maka Faisal menjelaskan beberapa prosedur lainnya.


Menurut Faisal, surat penawaran dari pihak Tongkat Peri Craft sudah disetujui pimpinan. Dan untuk proses selanjutnya adalah penandatanganan kontrak kerja. Dimana Nofi Eka harus datang ke kantor perusahaan yang ada di Kalimantan . Masih menurut penjelasannya pula bahwa pihak perusahaan nanti akan menanggung biaya trasnportasi dan akomodasi Nofi Eka.


Komunikasi tetap berlanjut baik dari WhatsApp maupun telefon. Hingga suatu hari Faisal mengatakan bahwa Nofi Eka diminta kedatanganya pada meeting hari Kamis, tanggal 5 Januari 2017.


Untuk itu Nofi Eka diharap sudah berangkat dari Bojonegoro pada hari Rabu, tanggal 4 Januari 2017 dengan naik pesawat dari Juanda. Tapi pada akhir penjelasan, Faisal mengatakan bahwa untuk pembelian tiket pesawat ini harus dengan biaya pribadi dulu, nanti uang transportasi dan akomodasi sebesar Rp 3.000.000 akan diberikan setelah penandatanganan kontrak kerja.


Hari itu Saya sibuk sekali, ada beberapa orderan yang harus segera saya selesaikan, bahkan saat di telfon untuk beli tiket pesawat itu, saya sedang ada tamu dari teman UMKM , yang kebetulan juga sedang nanya-nanya souvenir , sekaligus ambil hadiah kuis di grup WA UMKM yang belum di ambilnya beberapa Minggu yang lalu, begitu Tutur Nofi Eka menjelaskan situasinya saat itu. Karna melihat jam yang begitu terbatas untuk melakukan pembelian tiket pesawat, dan kondisi yang tidak memungkinkan, maka Nofi Eka mengiyakan saja ketika Faisal menawarkan pembelian tiket akan di uruskan perusahaan, jadi nanti dirinya tinggal transfer.


Ternyata tekanan psikologis dengan menyebutkan kalimat waktu yang terbatas dan kata secepatnya ,membuat orang panik dan tidak berpikir panjang. Hal itulah yang kemudian membuat Nofi Eka segera melakukan transfer untuk pembelian tiket pesawat. Setelah transfer untuk pembelian tiket 2 orang ( Nofi Eka dan satu temannya selaku saksi ), Yaitu sebesar Rp 1.272.600



Setelah bukti transfer di kirim ke Faisal untuk diteruskan ke divisi pembelian tiket, sampai sore harinya, E Tiket belum juga dikirim . Ketika ditanyakan, Faisal malah menjelaskan bahwasanya pihak Citilink selaku maskapai yang dipilih meminta untuk pembayaran tiket kepulangan sekaligus. Tentu saja hal ini mengundang keheranan dan mulai menimbulkan keraguan. Beberapa menit kemudian Faisal mengirim kode boking, tapi setelah di cek ternyata tidak terdaftar.

Dari sinilah akhirnya Nofi Eka tersadar, bahwa ada yang ganjil dan harus segera di selidiki sekali lagi kebenarannya. Setelah mendapat data kantor pusat PT Arutmin Indonesia yang ada di Jakarta, maka Nofi Eka meminta informasi terkait agenda RUPS bulan Mei tersebut. Menurut keterangan kantor pusat, tidak ada agenda RUPS bulan Mei. Jikapun ada, kantor cabang haruslah laporan terlebih dahulu. Proses kerjasama dengan pihak manapun juga harus sepengatahuan dan ada acc dari kantor pusat.


Ternyata memang begitulah faktanya, tidak ada sama sekali agenda RUPS , dan yang lebih mengejutkan, identitas Faisal bersama jabatan dan email perusahaan adalah palsu.


Kontan ini sangat membuat Nofi Eka kaget dan shock. Sebegitu lihainya orang tersebut memainkan perannya dengan baik. Bertutur kata dan bersikap seolah-olah apa yang dia katakan dan kerjakan sama seperti yang dia jelaskan lewat WA ataupun telefon.

Tanpa menunggu lama , hari itu juga Selasa 3 Januari 2017 kasus penipuan ini segera dilaporkan ke Polres Bojonegoro. Diterima petugas piket SPKS, Nofi Eka menceritakan kronologi kejadian ini. Tapi sayang, kasus ini masih dinilai lemah untuk diproses. Karna untuk laporan penipuan uang , telah ditetapkan dalam perundangan minimal Rp 2.500.000 dan keberadaan tersangka harus jelas (data dan domisili).


Yah, bagaimanapun juga nasi sudah menjadi bubur. Seberapun sepandai-pandai tupai meloncat, dia tetaplah tupai. Begitupun manusia, pasti ada khilaf dan salah. Sepatutnya semua dijadikan sebagai sebuah pelajaran berharga dikemudian hari.


Tapi setidaknya menurut Nofi Eka dengan laporan ini, akan menjadi database bagi pihak kepolisian, dan bisa segera melacak keberadaan orang ini, karna tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan berburu korban baru terutama pengusaha yang menggunakan jalur online sebagai pemasaran.

Saya coba untuk iklas. Biarlah dengan uang senilai Rp 1.272.600 itu saya anggap sebagai harga untuk sebuah pelajaran yang sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman UMKM. Begitu tuturnya di akhir cerita.(NES)


Orang yang mengaku bernama Faisal memakai foto profil ini

Identitas ala Faisal
Contact
 081336438573
085251951987






1 comments so far

hampir saja,dg modus yg sama..mkasih dah kasi infonya.


EmoticonEmoticon