Jumat, 03 Februari 2017

Asosiasi UMKM Bojonegoro siap bersinergi dengan berbagai stakeholder

Kamis, 2 Pebruari 2017. Bertempat di aula Dinas Sosial, Asosiasi UMKM Bojonegoro memenuhi undangan Ademos. Pertemuan ini dihadiri pula oleh Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) kab Bojonegoro, dan perwakilan Karang Taruna benefit series program.

Acara yang di gagas oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Ademos ini dukung oleh Exxon Mobil Cepu limited (EMCL) .Pada kesempatan ini hadir pula perwakilan dari pemuda desa Jelu, Jampet, Wadang kecamatan Ngasem, Desa Leran kecamatan Kalitidu, Desa Leran kecamatan Kalitidu, desa Sumbertlaseh, dan desa Ngampel, Wedi kecamatan Kapas, kabupaten Bojonegoro.

Acara ini sendiri bertujuan untuk sinergitas stakeholder dalam Pemberdayaan Karang Taruna tahun 2017 dengan pemerintah. Dalam sambutannya, M. Kundori selaku ketua Ademos mengatakan , sinergitas program yang dimaksud adalah melakukan program lanjutan dari tahun 2016 , yakni usaha ekonomi produktif dan usaha industri kreatif.

Diharapkan program sinergitas ini mampu bekerja dengan pemerintah, yang di dukung EMCL , yaitu ada 8 desa, 4 desa binaan yang lama dan 4 desa binaan yang baru. Program tersebut akan berjalan selama 5 bulan. "Kami sebagai pendamping dan fasilitator, program yang akan kami jalankan antara lain adalah pendampingan keorganisasian dan kewirausahaan" imbuhnya.

Menanggapi gagasan ini ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro, Nofi Eka Suryani menanggapi positif dan siap bersinergi sebagai multistakeholder, siap bekerjasama dan mensuport program ini.  Beberapa program yang bisa di sinergikan antara lain pengembangan kewirausahaan, peningkatan SDM serta jaringan pemasaran. Seorang wirausaha tanpa dibekali dasar kewirausahaan maka skil ataupun hasil pelatihan tidak akan maksimal. Begitupun sebuah pemasaran tanpa jaringan , akan mengalami banyak kendala dalam prosesnya, begitu penjelasannya.

Ditambahkan oleh M. Alfian selaku Waka keanggotaan, mental wirausaha juga perlu di tanamkan apalagi untuk wirausaha pemula. Mental tekun dan tahan banting harus ditanamkan , agar ketika wirausaha mengalami krisis dalam usahanya , mereka tidak mudah putus asa atau bahkan mundur mengakhiri usahanya. Asosiasi UMKM siap sebagai motivator untuk menumbuhkan wirausaha baru dan menjadi multistakeholder pemberdayaan masyarakat termasuk karang taruna .

Pada kesempatan yang yang sama , Doni Bayu Setiyawan, ketua Karang Taruna Bojonegoro yang juga merupakan anggota DPR komisi A Bojonegoro mengundang Asosiasi UMKM Bojonegoro untuk memberikan motivasi dan sharing pada beberapa kelompok Karang Taruna . Tujuan utama tidak lain memberi semangat pada pemuda-pemuda Karang Taruna untuk berwirausaha . Memberi bantuan manajemen dan mewujudkan ide-ide dari Karang Taruna di desa  , sehingga Karang Taruna  mampu memberi hasil yang maksimal bagi diri mereka sendiri, lingkungan dan masyarakat.

Isu pengangguran dan bahaya laten, narkoba dan HIV, pengangguran di Bojonegoro yang masih menjadi isu besar. Ada 21 ribu pengangguran saat ini, mayoritas adalah pemuda. Maka ini menjadi masalah yang cukup berat dan harus bisa di atasi oleh pemerintah, kususnya pemuda dalam peran sertanya sebagai penerus generasi bangsa.

Ia menambahkan, pemuda adalah penting bagi kemajuan daerah, diharapkan segmen pemberdayaan masuk ke pemuda, sehingga terwujudlah istilah "Muda Berkarya" . Pemerintah sendiri saat ini sedang mendukung Karang Taruna dengan adanya anggaran kusus untuk Karang Taruna di tiap desa. Untuk itu diharapkan semua pihak bisa mendukung dan memberi apresiasi penuh baik dari EMCL , kepala dinas, dan peserta Karang Taruna. (NES)



Bersama Dinas Tenaga Kerja dan Ketua Karang Taruna






EmoticonEmoticon