Kamis, 23 Februari 2017

Deputi Gelar Workshop Laporan Keuangan



Kamis, 23 Februari 2017. Dalam mempersiapkan UMKM dalam menghadapi MEA , untuk itu pihak-pihak terkait mencoba untuk berperan aktif meningkatkan SDM para pelaku UMKM. Termasuk Deputi Keuangan pun tergerak untuk memotivasi para pelaku Koperasi dan UMKM, dengan menggelar workshop bertajuk " Peningkatan Skala UMKM Melalui Konsultasi Laporan keuangan".

Bertempat di hotel Mercure, dengan mengundang Kepala Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa timur, Yayasan Akuntasi Publik Indonesia ( YAPI) juga pelaku UMKM dari berbagai Kabupaten di Jawa Timur, termasuk Bojonegoro.  Workshop ini diharapkan mampu menjadi salah satu bekal UMKM untuk meningkatkan kapasitas SDM terutama dalam pengelolaan keuangan usahanya.

Lebih lanjut dalam pembukaannya, Deputi Keuangan menyatakan , Koperasi dan UMKM bertumbuh pesat di Jawa Timur, hampir 5% tiap bulannya. Hal ini sangat luar biasa , untuk itu Jawa Timur sering dijadikan sebagai sasaran pprogram pelatihan dan juga tempat perbandingan untuk pembelajaran dalam perkembangan koperasi dan UMKM.

Untuk itu salah satu program untuk mendukung pertumbuhan koperasi dan UMKM ini, adalah program KUR yang sudah di didistribusikan kepada beberapa bank, dengan syarat-syarat dan proses yang mudah. Bahkan kebijakan baru untuk masyarakat yang kena PHK, kini bisa memperoleh KUR. Dengan syarat mereka mempunyai usaha minimal 3 bulan dan mengikuti pelatihan kewirausahaan selama 3 bulan .

Menurut kepala Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Timur, saat ini persoalan yang dihadapi UMKM meliputi 5 M yaitu Money, Man, Material , Mesin dan Metode. Kelima masalah ini bila dibiarkan akan menjadi permasalahan serius hingga itu akan menghambat dan menciptakan permasalah baru antara lain produksi, biaya dan pemasaran.

Di ikuti kurang lebih 50 peserta dari bidang makanan dan Non makanan, pelatihan ini dimulai dengan pelatihan cara menyusun neraca saldo awal , jurnal dan persentase neraca masing-masing usaha pelaku UMKM. Peserta di beri ulasan kasus dan dibahas secara bersama. Selain itu diberikan beberapa pengertian istilah-istilah dalam accounting.

Nyatanya, saat ini banyak pelaku UMKM yang tidak melakukan pencatatan keuangan dengan baik, sehingga ini akan merugikan pelaku UMKM sendiri. Kerugian tersebut antara lain pelaku tidak mengetahui apakah usahanya mendatangkan untung atau tidak, tidak diketahui besarnya keuntungan/kerugian, dan sulit untuk mengajukan pinjaman bank. Karna saat ini laporan keuangan menjadi salah satu syarat yang menentukan kelayakan apakah pelaku UMKM tersebut layak mendapatkan pinjaman atau tidak, Tutur Didik sebagai fasilitator acara tersebut. (NES/red)




EmoticonEmoticon