Fenomena lain pada peringatan Hari Pers yang di gelar PWI Bojonegoro

Februari 10, 2017

Kamis, 9 Februari 2017. Peringatan Hari Pers yang digelar PWI Bojonegoro di pendopo dengan dihadiri Bupati, Muspida, Kepala Dinas, Kepala Desa, Camat, Komunitas media sosial dan juga lembaga lainnya. Ide acara ini diselenggarakan karna masih banyak masyarakat dan narasumber yang ternyata belum tahu tentang legalitas wartawan, untuk itu pada jagongan pers kali ini di ambil tema Pers dan Legalitasnya, begitu Tutur Sasmito Anggoro selaku ketua PWI Bojonegoro pada sambutan yang disampaikannya.

Acara berlangsung khidmad dan lancar, dibuka dengan lagu Indonesia Raya, sambutan Bupati, sambutan ketua panitia, dan pembacaan Pancasila secara bersama. Ini merupakan fenomena unik yang jarang kita temui di acara-acara serupa. Kelima butir Pancasila di ucapkan dengan lantang dan penuh semangat oleh semua hadirin, menghayati setiap kalimat yang di ucapkan semakin memperkuat persatuan sebagai warga negara Indonesia pada umumnya dan sebagai warga Bojonegoro pada khususnya.

Ini bisa di jadikan teladan dan bisa di sosialisasikan pada setiap acara atau kegiatan sehingga akan tertanam nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap butir Pancasila, dan semoga juga bisa selalu membuat orang di ingatkan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Sehingga rasa nasionalisme selalu ada dalam hati tiap warga dan rasa persatuan dan kesatuan akan selalu terpupuk.

Fenomena lain yang tak lazim adalah pemandangan saat ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro menemui bupati Suyoto , seusai acara peringatan hari Pers usai. Setelah acara ramah tamah , ketua bersama beberapa Anggota menemui kang Yoto yang masih ada di dekat mimbar. Dengan memperkenalkan beberapa anggota Asosiasi, juga mengajak Kang Yoto untuk foto bersama.

Usai berfoto terjadi sharing kecil , Kang Yoto bercerita banyak UMKM yang sudah di endors prodaknya lewat Instagram beliau, dan hasilnya luar biasa, banyak dari teman  Beliau yang tertarik dan akhirnya merupakan sebuah rejeki bagi yang punya prodak, karna pasti akan ada orderan yang datang. "Tapi ya sekali-kali, paling nggak itu seminggu sekali saya endors dan unggah, kalo tiap hari saya bisa diketawain orang, dikira bakulan saya " begitu guraunya sambil tertawa lepas

Ada pengalaman yang menarik saat endors menara dari pelepah pisang milik UMKM Balen, banyak dari teman beliau yang tertarik karna prodak ini lucu, dan banyak yang nggak menyangka kalau menara itu di buat dari pelepah pisang. Sesungguhnya produk-produk kreatif, masih tinggi peminatnya dan masih punya peluang besar untuk pemasarannya. Pelaku sendiri harus pandai berinovasi dan lihai melihat peluang, imbuh Kang Yoto

Setelah beberapa lama sharing berlangsung, rombongan pun pamitan, tanpa sengaja ketika ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro mengulurkan tangan , pak Yoto nyeplos "Semoga mbak Nofi ini bersama Asosiasi UMKM Bojonegoro maju dan sukses" sambil kedua tangan beliau ditumpangkan dikepala Nofi Eka, spontan hal ini membuat beberapa orang disekitarnya tertawa dan juga mengaminkan.



Bupati berharap Asosiasi bisa menjadi wadah untuk para pelaku UMKM, dimana bisa saling bersinergi, memberi manfaat satu dengan yang lain, juga menjadi percontohan bagi lembaga lain, untuk tetap solid , komitmen dan memberi manfaat bagi sekitarnya.

Ketua bukan saja pemimpin tapi juga harus bisa membawa Asosiasi ke arah perubahan yang positif, ketua merupan panutan yang harus bisa menjadi teladan bagi anggota, ketua juga harus mau dan mengerti kesulitan anggota dan mengusahakan solusi yang baik (NES)



Produk Lainnya

Tarif Pajak

TarifPajak.com -

Situs Jual Beli Online Terbesar di Bojonegoro, Jual mobil, motor bekas perumahan tanah sampai batik bojonegoro.