Jumat, 17 Februari 2017

Salurkan Aspirasi Melalui Reses


Jumat, 17 Februari 2017. Pagi ini Asosiasi UMKM Bojonegoro menghadiri undangan reses masa sidang tahun 2017 yang digelar anggota DPRD kabupaten Bojonegoro Dapil I yang meliputi Bojonegoro, Dander, Kapas dan Trucuk, Drs. Budi Irwanto, MPd. Bertempat di aula Dikopinda, hadir dalam undangan tersebut beberapa elemen masyarakat, kader, dan ormas.

Reses sendiri merupakan komunikasi 2 arah antara legislatif dan konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala yang merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin pada setiap mada reses. Tujuannya dari reses ini sendiri yaitu menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.

Di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian disambung pembukaan oleh Doni Bayu Setiyawan. Menepis isu yang sering terdengar bahwa dalam tubuh PDI-P berbau komunis , itu sungguh tidak benar. Karna fraksi tempatnya bernaung ini berideologi Pancasila dan sangat meneladani sikap Nasionalisme dari bapak Sukarno , presiden pertama RI. Bahkan parpol ini identik dengan partainya rakyat kecil.

Banyak kebijakan-kebijakan yang sudah diperjuangkan, diantaranya adalah perjuangan untuk pengaktifan gedung rumah sakit yang ada di jalan veteran. Saat itu sebanyak 50 orang yang hadir, hanya 5 yang mengusulkan untuk di fungsikan, sedang yang lainnya menolak dan mengusulkan untuk dijual. Sedangkan yang sebenarnya tanah tersebut adalah tanah negara yang sudah seharusnya di fungsikan untuk kepentingan umum.

Terkait itu pula, untuk RSU yang ada di jalan Dr Wahidin, di usulkan untuk dipakai sebagai rumah sakit jiwa, karna selama ini di amati banyak warga yang mengirim keluarganya berobat ke Kalitidu, Surabaya dan Malang. Dalam masyarakat saat ini juga masih banyak yang melakukan cara-cara kuno dan tidak sepantasnya dilakukan seperti memasung anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa tersebut. Tentu saja ini bukan alternatif yang baik bagi penyembuhan gangguan jiwa.

Menyoroti juga masalah perijinan yang kadang tidak relevan, seperti ijin mendirikan gedung KKN tapi buktinya di gunakan untuk Diklat. Dan tak kalah pentingnya adalah penolakan terhadap perda Dana Abadi yang dananya mencapai 500 milyar. Hal ini sangat kontroversial dengan keadaan masyarakat yang  masih belum sejahtera dan masih membutuhkan anggaran demi perkembangan ekonomi.

Di contohkan saat ini masih banyak bidang yang menuntut perhatian pemerintah dan membutuhkan Anggaran, seperti pendidikan yang masih ada iuran-iuran yang memberatkan wali murid, pemerataan ekonomi yang belum tercapai, infrastruktur kesehatan yang belum terpenuhi, seperti biaya Jamkesda yang dikurangi dan banyak desa yang belum punya polindes. Permasalahan-permasalahan tersebut di atas ,tentu saja membutuhkan anggaran, tapi mengapa justru di alokasikan untuk dana abadi.

Menginjak sesi tanya jawab tahap satu, beberapa undangan dibebaskan mengajukan pertanyaan, keluhan ataupun saran dan kritik. Tanya jawab seputar tahap satu ini beberapa penanya di antaranya Muhajir dari Asosiasi UMKM Bojonegoro, Suparli kader Kapas, dan Andes dari LSM Alaska.

Dukungan diberikan Muhajir untuk menolak Dana Abadi, dan memohon tindak lanjut yang suitanabel untuk UMKM, karna banyak program pelatihan yang dilakukan hanya selesai begitu saja tanpa ada tindak lanjut. Menyambung masukan dari Muhajir, Suparli waga Kapas yang merupakan salah satu  kader mengeluhkan betapa sulitnya untuk mengadakan pertemuan ranting karna terkendala biaya. suparli juga memengusulkan dibuatkan jembatan gantung untuk desa-desa yang terpisah dengan sungai. Hal ini langsung di respon oleh Doni yang selain anggota DPRD , beliau juga ketua karang taruna Bojonegoro. Menurut penjelasannya, tahun ini akan ada anggaran untuk ranting, bahkan Kapas akan menerima dana pemberdayaan ternak sebesar 100 juta.

Usulan berikutnya dari Andes tentang perelokasian PKL. Sungguh malang nasib PKL ini jika harus di gusur oleh Satpol PP, selayaknya pemerintah harus menyediakan tempat untuk bisa menampung para PKL ini. Jangan hanya gusur saja tanpa memberi solusi yang bijak. Hal kedua yang ditanyakan adalah mengenai komitmen fraksi ini untuk pengolahan lingkungan hidup , seperti seringnya terjadi penambangan pasir.

Selesai tanya jawab tahap satu, dilanjut tanya jawab tahap dua. Beberapa undangan sudah siap dengan pertanyaan dan aduan, diantaranya ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro Nofi Eka Suryani, Dartik guru PAUD, Munawir kader, dan Hima dari Koalisasi Perempuan Indonesia.

Mengawali tahap dua ini, Nofi Eka, mengadukan keluhan terkait pinjaman modal lunak yang sempat dibahas di Raperda tempo hari. Dana hasil dari migas yang di invest ke bank Jatim dan Bank UMKM Jatim, seyogyanya UMKM mendapat prioritas. Yang kedua merupakan usulan untuk dibentuk sentra usaha di beberapa titik menurut bidang usaha yang sejenis. Sehingga nanti akan mempermudah masyarakat lokal maupun pendatang untuk mencari kebutuhannya.


Disambung yang kedua dari Darwati salah seorang guru PAUD. Darwati mengeluhkan bahwa gaji yang diterimanya sangat minim , ditambah lagi dengan dipotong pajak. Memprihatinkan memang, jasa yang di berikan untuk kelekahannya mendidik dan membentuk karakter anak sejak dini, Tidak sebanding dengan pengabdian yang diberikan. Untuk itu dia berharap DPRD mampu menjembatani supaya gaji guru PAUD dinaikkan.

Berbeda dengan sebelumnya , Hima yang merupakan aktifis di Koalisasi Perempuan Indonesia, mengapresiasi PDI-P karna 30% pemberdayaan perempuan ada di fraksi ini. Selanjutnya Hima berharap dibentuknya perda untuk perempuan dan anak. Sebenarnya anggaran untuk komite perlindungan perempuan dan anak sudah ada, tapi kegiatannya yang belum ada. Menurutnya , Bojonegoro bisa meneladani kota lain yang sudah sangat aktif dalam memanfaatkan komite perlindungan perempuan dan anak, begitu imbuhnya .

Menutup reses hari itu, baik Budi Irwanto maupun Doni sangat berterimakasih pada semua tamu undangan yang sudah hadir menyampaikan aspirasi masing-masing. Dirinya bersama fraksi akan selalu berusaha menyerap dan menindaklanjuti aspirasi tersebut. Doni juga menambahkan , kusus untuk Asosiasi UMKM Bojonegoro silahkan membuat konsep skema UMKM seperti yang sudah di aspirasikan pada sesi tanya jawab, sehingga pihaknya mempunyai gambaran yang jelas dan bisa segera ditindaklanjuti.(NES/red)



EmoticonEmoticon