Jumat, 10 Maret 2017

Bersama KPP Pratama adakan Seminar




Kamis, 9 Maret 2017. Banyak masyarakat termasuk pelaku UMKM yang tidak mengetahui tentang perpajakan  dan banyak dari mereka yang belum memiliki NPWP. Sedang bulan Maret merupakan bulan pelaporan wajib pajak, hingga 31 Maret 2017. Terkait itu Asosiasi UMKM Bojonegoro menggandeng KPP Pratama Bojonegoro mengadakan seminar Businessman Development Services (BDS) yang bertajuk UMKM Makin Mendunia.

Dengan mengundang Kepala Dinas Koperasi dan usaha mikro, Kepala Dinas Perindustrian dan tenaga kerja, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Kominfo, pimpinan BNI, EMCL, PEPSI, IWAPI, ABS, STIE Cindekia, beberapa LPK dan LKP, pelaku UMKM, media, koordinator Umkm kecamatan dan tentunya Anggota Asosiasi UMKM Bojonegoro. Acara ini berlangsung dari mulai pukul 09.00-12.00 dan juga menghadirkan narasumber dari praktisi yaitu owner sebuah usaha roti yang mempunyai pengelolaan manajemen yang bagus.

Acara ini sendiri di gagas untuk mendorong Pengusaha melek pajak dan lebih termotivasi dengan adanya narasumber dari praktisi langsung . Pentingnya pengusaha untuk mempunyai NPWP di antaranya selain untuk memenuhi syarat legalitas, kemitraan dan sebagai warga negara yang baik . Sebagai bentuk sosialisasi, KPP menjelaskan kemudahan-kemudahan dalam mengurus NPWP. Sehingga diharapkan nanti pengusaha terutama UMKM mendapat kemudahan lainnya termasuk untuk akses ke bank, karna sekarang NPWP ini masuk sebagai salah satu syarat untuk pengajuan pinjaman ke bank. Sosialisasi lainnya adalah tentang Tax Amnesti yang disampaikan langsung oleh pihak KPP Pratama.

Susunan acara lumayan singkat, selesai menyanyikan lagu kebangsaan langsung disambung dengan sambutan dari KPP Pratama oleh bapak Munaji , diteruskan sambutan dari ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro, Nofi Eka Suryani.  Masuk acara inti yaitu talkshow , narasumber yang dihadirkan adalah Candra Ari Wibowo owner Cinta Cake dan Elzadeba Agustina SH M.kes. Dialog interaktif ini berjalan seru dan sangat responsif. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar perjalanan usaha yang dibangun oleh mas Candra ini. Mulai dari modal yang di dapat, pengelolaan manajemen, mengubah tempat yang tidak terlihat hingga menjadi tempat yang ramai dikunjungi banyak orang.

Dalam stetmen yang berbeda, ibu Elza menjelaskan tentang apa itu UMKM dan mensosialisasikan opening gedung pamer yang ada di jalan Pattimura. Beliau berharap kepada semua pelaku UMKM untuk andil bagian dalam memajukan gedung pamer tersebut. Pada semua UMKM dipersilahkan dan di anjurkan untuk mendisplay prodaknya di galeri supaya produknya bisa lebih dikenal. Untuk itu , UMKM bisa menghubungi koordinator  di kecamatan masing-masing yang beberapa waktu lalu telah dibentuk oleh Asosiasi UMKM Bojonegoro. Atau bisa juga langsung datang ke gedung pamer dengan menemui petugas yang ada.

Puluhan Doorprize juga turut menyemarakkan acara. Doorprize diberikan bagi peserta yang aktif mengikuti dialog dengan mengajukan pertanyaan, juga diberikan pada peserta yang menjawab pertanyaan dari moderator juga narasumber. Baik pertanyaan tentang perpajakan untuk KPP Pratama, tentang kewirausahaan , program kedinasan maupun untuk Asosiasi UMKM Bojonegoro .

Kolaborasi dari 4 elemen ini memang sangat luar biasa, masing-masing mempunyai peran dalam pengembangan UMKM kususnya yang ada di Bojonegoro. Dan inilah salah satu bentuk kerja nyata Asosiasi UMKM Bojonegoro , mengadakan sinergitas dengan KPP Pratama Bojonegoro. Pihak KPP yang sudah mensuport penuh acara ini memberikan apresiasi luar biasa, dan harapannya akan ada kerjasama yang berkelanjutan dengan Asosiasi UMKM Bojonegoro. (NES/red)

Penyerahan cinderamata dari KPP Pratama untuk ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro, narasumber Candra Ari Wibowo dan kepala dinas Koperasi dan usaha Mikro


Perserta 


Dialog interaktif


EmoticonEmoticon