Pelatihan Pembuatan Tortila di Karang Taruna Tuban

Maret 06, 2017



Minggu, 5 Maret 2017. Salah satu kegiatan Asosiasi UMKM Bojonegoro yang tercantum dalam ADART adalah mengadakan pelatihan , baik itu Pelatihan bimbingan teknis maupun kewirausahaan. Beberapa pelatihan yang pernah di adakan adalah panduan masuk dalam online store milik Asosiasi UMKM Bojonegoro sendiri. Selain itu juga pernah di adakan pelatihan capacity building yang melibatkan anggota secara langsung.

Pelatihan ini tidak sebatas untuk anggota saja, bahkan beberapa kali Asosiasi UMKM Bojonegoro memberikan pelatihan untuk masyarakat secara cuma-cuma saat program "Sambang Dulur". Pelatihan yang di berikan bermacam-macam, di sesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Begitu juga dengan pelatihan kali ini yang di adakan oleh Karang Taruna Widya Muda, di desa Maindu dukuh Watukuwo, kecamatan Montong , kabupaten Tuban.

Secara kusus Ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro di undang oleh Ketua Karang Taruna "Widya Muda" untuk memberi pelatihan kewirausahaan. Darmianto (ketua Karang Taruna) menjelaskan, kegiatan ini di gagas untuk lebih memotivasi warga desa terutama Anggota Karang Taruna untuk lebih aktif, mempunyai kegiatan positif, bisa mengangkat potensi desa dan menjadi penggerak perekonomian masyarakat desa. Sudah beberapa kali Karang Taruna menggelar kegiatan secara swadaya, salah satunya adalah baksos untuk korban banjir.

Dijelaskan olehnya bahwa hasil pertanian seperti jagung, kacang dan singkong begitu melimpah. Desa Maindu merupakan kawasan pertanian, untuk itu sebagian warganya berprofesi sebagai petani. Desa ini berada di dataran tinggi, sawah-sawah di bangun dengan sistem tersaring seperti di Bali. Udara yang masih segar, panorama asri dan pemandangan hijau membentang luas. Sayang akses ke desa ini agak susah di jangkau, karna untuk masuk kesana masih diperlukan waktu yang cukup lama dengan jarak tempuh sekitar 34 kilometer dari kantor kecamatan.

Untuk itu dalam kesempatan ini, diharapkan bukan hanya materi kewirausahaan secara teoritis yang ingin di dapat, tapi juga pelatihan ketrampilan untuk bisa di manfaatkan sebagai peluang usaha. Dalam sambutannya, ketua Asosiasi UMKM Bojonegoro, Nofi Eka Suryani, menghimbau agar masyarakat setempat melalui Karang Taruna ini bisa mengangkat potensi dari hasil pertanian desa Maindu. Karna melalui sektor usaha riil , bukan saja potensi desa yang terangkat, tapi sektor perekonomian pun akan berkembang.

Hasil pertanian seperti yang disebutkan di atas menurutnya sayang sekali jika harus dijual mentah dengan harga yang sangat murah. Seperti jagung, saat ini hanya mempunyai nilai jual Rp 3.200 perkilonya. Padahal jika bisa mengolahnya menjadi prodak jadi, dengan sedikit kreativitas, maka akan bernilai jual lebih tinggi. Seperti materi praktek yang akan diberikan saat ini , yaitu pembuatan Tortila, Snack yang diolah dari bahan baku jagung.  Bahan jagung yang mudah di dapat di desa ini, ketika di olah nanti dapat dijual dengan margin 2 x lipat daripada dijual mentah.

Sambutan dilanjut dengan materi prkatek pembuatan Tortila. Nur Kakim yang merupakan Waka bidang Pemasaran di Asosiasi UMKM Bojonegoro sekaligus produsen keripik Tortila ini, menjelaskan secara singkat apa dan bagaimana pembuatan Tortila ini. Bahan-bahan yang harus disiapkan dan juga proses yang harus diperhatikan agar hasil keripiknya nanti enak dan renyah.

Selesai penjelasan , peserta pelatihan langsung dilibatkan dalam praktik pembuatan Tortila.  Mulai dari prose penghancuran, penggilingan, dan penggorengan. Semua peserta nampak antusias mengikuti pelatihan ini. Terbukti bukan hanya peserta perempuan yang maju ke depan untuk ikut praktek, tapi juga peserta laki-laki pun tak mau kalah ingin mencoba. Dan karna proses pembuatan yang mudah dan  rasanya juga enak, membuat peserta tambah semangat.

Kurang lebih 2 jam pelatihan ini selesai. Masing-masing peserta nampak senang dan puas dengan ilmu yang di dapat hari ini. Dalam sambutan penutupnya , ketua Karang Taruna menyampaikan bahwa ingin langsung membuat kelompok usaha dengan memproduksi snack dari Tortila ini. Niat ini sudah lama muncul, tapi waktu itu belum ada ide untuk membuat usaha apa. Selain masih bingung menetapkan pilihan usaha, dari Anggota sendiri juga belum siap untuk SDMnya, begitu tuturnya.

Menanggapi ini, ketua Asosiasi memberi apresiasi yang luar biasa untuk semangat Karang Taruna Widya Muda. Menurutnya, memulai usaha itu mudah, yang penting dijalani dulu. Segera membuat team untuk manajemen, baik pengadaan, produksi dan pemasaran. Diharapkan juga u tuk team yang terbentuk nanti harus solid dan konsisten, agar usaha bisa berjalan dan berkembang.  Asosiasi UMKM Bojonegoro juga akan selalu terbuka menjadi tempat sharing sehingga sama-sama belajar dan bertukar pengalaman. (NES/red)


Dibawah ini merupakan beberapa dokumentasi kegiatan saat pelatihan









Produk Lainnya

Tarif Pajak

TarifPajak.com -

Situs Jual Beli Online Terbesar di Bojonegoro, Jual mobil, motor bekas perumahan tanah sampai batik bojonegoro.