Keluhkan Modal , Pengrajin Susah Berkembang

April 15, 2017



Kali ini tim Asosiasi UMKM Bojonegoro menjelajah  ke sebuah desa di salah satu kecamatan Kapas, tepatnya desa Mbogo, Kapas, Bojonegoro. Penduduk desa ini sebagian besar masih mengandalkan pertanian. Selain tanaman padi , di desa Mbogo ini juga banyak tanaman bambu.

Tujuan utama adalah dalam misi Bedah Usaha UMKM yang masih belum terdeteksi oleh Dinas maupun media. Para pengrajin ini umumnya masih terbatas mengenai informasi dan teknologi. Mereka masih mengandalkan cara-cara tradisional dan umum seperti menjual prodak melalui pasar malam, melalui tetangga dan pihak-pihak yang hanya mereka kenal.

Di teras rumahnya , mas Darmo , pengrajin limbah kayu ini terlihat sedang mengerjakan sesuatu. Ada potongan-potongan kecil dari kayu berbentuk huruf mulai dari A sampai Z, ada potongan model hati, ada juga model daun dan ikan. Tampak juga dua mesin pemotong dan sebuah alat sederhana untuk menulis kalimat yang dibuatnya sendiri.

Ditemani istrinya, mas Darmo ini mengerjakan beberapa pesanan yang sudah masuk, di antaranya pesanan gantungan kunci dari salah satu SD yang ada di dekat rumahnya. Disela-sela kesibukannya tim kami pun mengajukan beberapa pertanyaan sehubungan dengan usaha yang dijalankannya.

Bapak satu anak ini mengaku, awalnya dia belajar kerajinan ini dari you tube. Lalu eksperimen dengan menggunakan alat sederhana yang dia punya. Kurang lebih setelah satu tahun usahanya berjalan, tak di sangka dia mendapat bantuan mesin pemotong dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi melalui seorang temannya.

Alhasil pekerjaannya pun makin mudah dan bisa memproduksi berbagai macam miniatur dan huruf seperti sekarang ini. Namun di sayangkan meski sudah mempunyai alat canggih, penjualan masih belum bisa seperti yang diharapkan. Hal ini menurut Darmo salah satunya karna modal yang terbatas. Sehingga untuk menambah bahan baku dan memenuhi permintaan pesanan dalam jumlah banyak belum  bisa.

Meski bahan baku yang dikelola berasal dari limbah yang didapat dengan harga murah, namun pelengkap dan finishing yang lain seperti gantungan kunci, amplas, dan plitur masih di dapat dengan harga mahal. Pernah suatu ketika saat mendapat pesanan banyak dari rekanan, Darmo terpaksa berhutang pada saudaranya demi untuk membeli bahan baku, karna uang muka dari pemesan masih kurang.

Tapi tetap dengan semangat pantang menyerah , Darmo selalu mencari peluang . Diantaranya dengan memperbanyak unit produksi, jika di awal hanya gantungan kunci dan miniatur , kini dia pun membuat sample prodak lain seperti pigura, dan kaligrafi. Dengan begitu dia berharap akan akan semakin banyak orang memesan dengan kebutuhan yang berbeda.

Ini merupakan potret nyata di masyarakat , dimana pelaku UMKM selalu menjadikan permodalan dan pemasaran sebagai kendala untuk mengembangkan usahanya. Banyak pengrajin yang mempunyai prodak bagus tapi harus tergerus oleh kompetitor nya, jika tidak demikian umumnya usaha mereka tetap bertahan tapi jalan di tempat. (NES/red)





Produk Lainnya

Tarif Pajak

TarifPajak.com -

Situs Jual Beli Online Terbesar di Bojonegoro, Jual mobil, motor bekas perumahan tanah sampai batik bojonegoro.

1 comments:

Write comments
maesirn sirn
AUTHOR
15 April 2017 22.13 delete

Tetap semsngat umkm..

Reply
avatar