Rabu, 05 April 2017

Banjir Order Dalam Pelakasanaan Kurasi


Hari ini, 5 April 2017 bertempat di kafe dan resto MCM di gelar kurasi dan pemasaran prodak. Ini sebagai tindak lanjut dari rangkaian yang agak panjang untuk pengembangan pemasaran dengan pihak Lion Air.

Sebanyak 350 lebih berbagai prodak UKM telah di display rapi di display rapi membentuk huruf U. Mulai dari prodak kayu jati yang terdiri dari perabot rumah tangga, miniatur, aksesoris, dan furniture . Mulai dari disain yang simple sampai rumit, dari ukuran kecil sampai besar.

Disebelahnya ada berbagai kerajinan unik dari batu onik seperti mangkuk, replika buah, replika telur, dan juga tempat buah. Disebelahnya lagi ada prodak kreatif disain kaos. Berbagai tulisan unik dan gambar menjadi kekuatan masing-masing prodak.

Prodak lain yang di ikutkan kurasi antara lain kerajinan dari daur ulang koran, daur ulang pelepah pisang, daur ulang kresek, perca, dan kemasan. Prodak yang di hasilkan pun bermacam, ada tas, dompet, topi, kotak tisu, dan juga Bros.

Tak kalah menarik dari prodak-prodak yang di tampilkan di antaranya rajut, lukis kain ,dan  flanel. Dan dari sekian prodak yang ada, perhiasan mutiara, rajut dan batik pun turut serta dan menyita perhatian kurator.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Perdagangan Bojonegoro dan di dukung penuh oleh Asosiasi UMKM Bojonegoro. Dengan mengundang Bapak Bupati Suyoto, SKPD, perbankan, dan koordinator UMKM kecamatan.

Di buka dengan lagu Indonesia Raya, sambutan Kepala Dinas Perdagangan bapak Basuki, kemudian dilanjut dengan sambutan Bupati Bojonegoro, Suyoto. Dalam sambutannya bapak Suyoto menegaskan, peluang sebaiknya di gunakan sebaik mungkin. Jumlah karyawan dari tahun ke tahun semakin di kurangi. Untuk itu dengan wirausahaa maka seseorang di haruskan bisa untuk tetap terus berkembang menjadi besar.

Suatu yang beda ditampilkan pada acara ini , yaitu demo nyanting dan demo rajut yang sudah mulai sejak awal acara. Demo batik di isi oleh UD Marely Jaya milik ibu Yayuk dari Sumberjo. Sedangkan demo batik, di isi oleh anggota Asosiasi UMKM Bojonegoro yakni Puji Lestari dari Padangan dan Isro dari Kalitidu. Tak diragukan lagi, kepiawaian mereka dalam bidangnya masing-masing bukan hanya berhasil membuat sebuah prodak, tapi berhasil mengundang decak kagum hadirin bahkan dari pihak kurator. Hingga langsung ada penawaran order sebanyak 100 pcs tas rajut.


Proses kurasi sendiri berjalan lancar dan cukup singkat. Masing-masing prodak di tanya detil tentang bahan, legalitas, kapasitas produksi dan data pribadi pemilik. Bahkan selain rajut, prodak kayu dari pengrajin Sukorejo juga langsung mendapat order sebanyak 1.000 buah miniatur pesawat.

Pihak Loin Parcel berharap, prodak-prodak UKM di Bojonegoro bisa bersaing dan mendapat pangsa pasar yang bagus di luar sana. Ada sedikit saran yang mereka berikan antaralain seperti harga yang harus bersaing, kualitas prodak, warna prodak, dan.kapaditas produksi. Jika hal-hal di atas bisa dipenuhi, maka bisa dipastikan prodak Bojonegoro akan meyebar ke luar kota , bahkan mancanegara. (NES/red)





EmoticonEmoticon